Home / Agama / Mana Bisa Manusia Menistakan Agama?

Mana Bisa Manusia Menistakan Agama?

menistakan agama

Semua orang ngomong soal agama. Tapi sesungguhnya Agama itu apa sih? Untuk apa agama diturunkan kepada umat manusia?

Marilah sejenak kita berpikir dengan jernih, agar kita tidak tersesat dalam memahami ajaran agama. Agama apapun di dunia ini, tentu untuk tujuan yang baik bukan? Agama sesungguhnya adalah untuk kedamaian umat manusia. Dengan demikian, jika kita merasa menjadi umat beragama, maka kitapun juga harus bisa menjaga kedamaian bagi sesama.

Agama adalah suatu ajaran kepada manusia agar berbuat baik kepada Tuhan maupun dengan sesama manusia. Namun persoalan selajutnya adalah, bisakah manusia membedakan, mana perbuatan yang baik dan mana yang buruk?

Sesuatu yang baik itu bersifat universal. Baik itu tentu bagi semua orang, bukan hanya untuk segelintir atau sekelompok manusia saja. Jika ada sebagian orang yang merasa dirugikan, atau tidak diperlakukan dengan adil, maka itu bukanlah sesuatu yang baik.

Kembali lagi soal agama, yang mana ada sebagian orang merasa agamanya dinistakan atau dilecehkan, dihina atau direndahkan oleh orang lain. Sesungguhnya tak ada agama yang bisa dinistakan. Sebab memang Agama itu punya tujuan yang baik. Lalu, jika agama itu bertujuan baik, bagaimana manusia bisa menistakannya?

Sebagai contoh kasus jika ada seserang yang terang-terangan menyobek atau membakar kitab suci suatu agama, apakah itu berarti Agama menjadi sesuatu yang nista atau hina? Jika ada orang yang menyalahgunakan ayat-ayat suci, apakah itu juga berarti agama menjadi nista?

Sama sekali tidak. Apapun perbuatan yang dilakukan oleh manusia dengan maksud menghina atau merendahkan suatu agama, sama sekali tak berpengaruh terhadap kesucian Agama itu sendiri. Jadi, sesungguhnya kemurnian dan kesucian agama sebagai suatu pedoman bagi manusia untuk menjalani kehidupannya adalah suatu hal yang terpisah dari perlakuan manusia terhadapnya.

Perbuatan menistakan agama itu sesungguhnya tidak ada. Yang ada hanyalah perbuatan manusia bodoh yang tidak mengerti tentang keberadaan Agama.

Isu terkini yang tengah terjadi adalah terkait kasus penodaan atau penistaan Agama yang dilakukan oleh seorang perempuan yang merasa terganggu karena kerasnya suara Azan (panggilan Sholat bagi umat muslim). Jika di telaah dengan hati dan pikiran yang jernih, tentu harus dengan perlakuan yang adil. Pertimbangkan keterkaitan sebab dan akibat dalam suatu peristiwa.

Siapapun atau apapun tentu akan merasa terganggu jika dirinya berada dalam suatu kondisi yang melebihi batas kewajaran. Dampak dari ketergangguan itu juga bermacam-macam. Ada yang hanya menggerutu di dalam hatinya sendiri, ada pula yang dilampiaskan melalui sikap dan perilakunya. Hal ini sangat tergantung dari perilaku korban ketergangguan tersebut. Sampai disini, perlu disikapi dengan bijaksana. Bukan dengan cara yang menyakitkan hati sebagian orang atau kelompok orang.

Namanya manusia tentu tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Taruhlah bahwa perempuan yang terganggu dengan suara azan itu kemudian berbuat kasar dan keras sehingga menimbulkan kesan bahwa dia tidak suka, maka bukan berarti dia menghina agama atau melarang umat agama lain melantunkan suara Azan.

Bukahkah lebih bijaksana jika masing-masing pihak sama-sama berintrospeksi diri dengan mengadakan suatu pertemuan atau musyawarah yang bersifat kekeluargaan untuk menyelesaikan suatu permasalahn dengan damai? Mengapa persoalan harus diperpanjang hingga mengakibatkan salah satu pihak merasa dirugikan?

Mungkin ada yang berpendapat bahwa negera ini berdasarkan hukum. Setiap orang berhak mengajukan gugatan hukum demi membela haknya. Namun demikian, sesungguhnya hukum dibuat untuk menegakkan keadilan, bukan malah membuat sebagian orang merasa dirugikan.

Marilah kita menjadi warga negara yang mengutamakan kedamaian antar umat beragama. Jika memang ada perbedaan,  justru yang dicari adalah kesamaannya, bukan malah berjuang demi kepentingan diri sendiri atau golongan tertentu saja. Untuk apa berjuang demi hak diri sendiri sendiri namun dengan mengorbankan kepentingan dan hak orang lain?

Bukankah Agama mengajarkan kepada kita untuk menjalin kerukunan dan kedamaian antar umat manusia? Lalu mengapa justru dengan adanya Agama malah membuat orang lain menjadi menderita?

Mari kita renungkan bersama..

#donibastian

Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 90 x, today 1 x

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.