Press "Enter" to skip to content

Mana Yang Seringkali Anda Masukkan Ke Kotak Amal?

 

kota amal

Membaca judul artikel ini, saya yakin pasti ada yang berpikir bahwa saya seperti mau pamer dalam bersedekah atau mungkin ada juga yang berpandangan bahwa masalah beramal sedekah yang penting ikhlas dll. Apapun yang ada dipikiran anda, terserah anda saja. Tapi jika anda ingin mengetahui lebih lanjut, apa maksud pertanyaan saya diatas, silakan baca artikel ini.

Apa yang ada di benak saya sederhana saja sebetulnya. Bukan bermaksud mengajak riya’ (pamer) kala kita bersedekah,¬† tapi hanya meluruskan pemahaman saja tentang bagaimana sebaiknya bersedekah.

Memang, dalam melaksanakan ibadah termasuk ketika kita beramal dan bersedekah tentu harus dilandasi dengan hati yang bersih dan iklhlas demi mengharapkan Ridha-Nya. Namun bukan berarti lalu kita hanya mau bersedekah hanya seikhlasnya saja.

Maksud saya begini. Dasar pemahaman bersedekah menurut saya adalah sbb :

1. Memberikan yang terbaik

Jika kita akan bersedekah dengan uang tunai, maka tentu berikanlah yang terbaik. Maksudnya yang terbaik adalah yang paling kita sukai atau yang paling kita butuhkan. Dengan demikian yang kita bicarakan adalah nilai nominalnya. Semakin besar nilai nominal uang yang disedekahkan, tentu itu adalah yang terbaik bagi kita. Contoh sederhana adalah antara selembar uang kertas 2.000 an dan 100.000 an, mana yang terbaik? Tentu  Rp. 100.000,- bukan?

2. Dengan Ikhlas yang seikhlas ikhlasnya

Jika kita sudah bersedia memberikan yang terbaik untuk kita sedekahkan, maka harus pula didasari rasa ikhlas yang seikhlas-ikhlasnya. Rasa ikhlas berarti suatu perasaan rela melepas, tanpa pamrih dan sama sekali tak ada paksaan dan syarat apapun. Jadi, jika ada unsur keterpaksaan sedikit saja di dalam hati atau ada keinginan pamer agar dipuji orang lain, maka makna dan fadilah bersedekah akan berkurang kualitasnya.

3. Secara sembunyi-sembunyi

Inilah yang sesungguhnya paling penting. Beramal sedekah dengan sembunyi-sembunyi, maksudnya tidak ada satupun orang lain yang tau. Pastikan bahwa dalam bersedekah hanya anda dan Tuhan saja yang tau. Dengan demikian, jika ke-3 hal diatas sudah anda lakukan, maka niscaya amal dan sedekah anda benar-benar menjadi sempurna.

Banyak orang yang memahami cara beramal dan bersedekah dengan prinsip ‘yang penting ikhlas’. Sesungguhnya pandangan seperti ini bukanlah sesuatu yang keliru, namun hanya kurang sempurna pemahamannya. Mengapa demikian? Sebaik-baik amal dan sedekah adalah yang dilakukan secara sempurna bukan? Sempurna dalam hal ini meliputi seluruh aspek yang sudah diuraikan diatas.

Jadi kalau menurut saya, prinsip dalam beramal dan bersedekah itu adalah “Sebanyak-banyaknya dan seikhlas-ikhlasnya.”

Demikian semoga bermanfaat.

#donibastian

(Visited 31 times, 1 visits today)

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.