Home / Ahok / Kasus Penistaan Agama : Laporkan Saja AHOK ke Polisi, Biar Kalian Puas !

Kasus Penistaan Agama : Laporkan Saja AHOK ke Polisi, Biar Kalian Puas !

penistaan agama

Lagi-lagi AHOK jadi korban terkait dengan tudingan penistaan Agama yang ditimpakan oleh sebagian kalangan kepadanya. Menanggapi apa yang terjadi, saya menilai ini adalah hal yang wajar saja terjadi ditengah-tengah kondisi masyarakat yang ada di negeri ini.  Inilah sebuah kondisi yang harus dilalui, dimana kesadaran rakyat dalam menjunjung tinggi konsitusi masih sangat rendah.

Maklum saja, sebab negara maju manapun di atas bumi ini, tentu pernah mengalami masa-masa seperti ini ketika mereka masih berada pada status negara berkembang. Hal ini terkait dengan isu persamaan hak bagi setiap warga negara yang dikaitkan dengan unsur SARA. Negara Amerika saja perlu waktu 200 tahun setelah merdeka untuk bisa menerima prinsip persamaan hak bagi setiap warga negaranya.

Akibat adanya tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah ini, maka sebagian warga sangatlah mudah dipengaruhi apalagi dengan mengatasnamakan demi membela kebenaran terhadap keyakinan atau agama tertentu.

Terkait dengan pernyataan AHOK yang disampaikan di depan PNS dan warga Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu, bagi saya sama sekali tak ada masalah. Bagi anda yang punya akal pikiran sehat dan hati yang bersih, bila membaca pernyataan AHOK sudah tentu tak ada yang perlu dipermasalahkan, bukan? Sebab pernyataan AHOK tersebut sangat jelas maksudnya, dan sama sekali tak ada yang melecehkan apalagi menghina ayat suci Al-Qur’an.

Jadi kesimpulannya terkait kasus ini adalah bahwa siapapun yang merasa tersinggung, atau menilai AHOK telah menistakan agama adalah mereka yang berada pada 3 golongan berikut yaitu :

  1. Golongan pertama adalah mereka tak bisa mengerti atau menangkap apa maksud pernyataan AHOK.
  2. Yang kedua adalah mereka para pembenci AHOK (hater) dan orang-orang yang tidak suka dengan keberadaan AHOK jadi pejabat publik.
  3. Dan golongan ketiga adalah karena mereka adalah lawan politik AHOK yang bertujuan untuk menjatuhkan nama baik AHOK agar kalah dalam Pilkada nanti.

Bila yang terjadi demikian adanya, maka AHOK yang telah menyampaikan permintaah maaf, bukan berarti AHOK merasa bersalah karena telah menghina ayat Al-Quran, tapi semata-mata AHOK tak ingin mengganggu kerukunan antar umat beragama akibat pernyataannya. AHOK juga hanya ingin mencegah agar masalah ini tidak menjadi polemik berkepanjangan ditengah masyarakat.

Sesungguhnya AHOK itu lebih mencintai perdamaian dan kedamaian antar warga pemeluk agama daripada sibuk membela dirinya sendiri.

Nah kasus ini ternyata bergulir bagai bola salju, hingga ada yang sampai melaporkan AHOK dalam kasus Penistaan Agama. Para pelapornya tentu saja yang termasuk di dalam ketiga golongan tersebut diatas. Apa yang bisa kita perbuat?

Yah, kita tinggal kita lihat saja, seberapa jauh aparat hukum menindaklanjutinya.

Menurut saya, AHOK pasti akan dipanggil oleh pihak penegak hukum, dalam hal ini MABES POLRI. Kemudian AHOK sudah pasti akan datang memenuhi panggilan itu sebab AHOK adalah pejabat yang sangat patuh dan taat pada hukum dan aturan yang berlaku.

Tapi proses pemanggilan AHOK ini, menurut saya agak ‘dipaksakan’ Mengapa demikian?

Sebab, aparat hukum tentu punya nalar yang baik dalam menilai sebuah permasalahan. Pada kasus ini, sudah jelas AHOK tak melakukan kesalahan apapun, jadi untuk apa dipanggil?

Namun demikian, aparat hukum terkait juga tak ingin dinilai sebagai pihak yang tidak netral, atau membela AHOK dalam kasus ini, sebab ada sebagian warga yang melaporkannya sebagai kasus penistaan agama.

Oleh karena itu dicarilah jalan tengah dengan Win-Win Solution, yaitu aparat tetap menindaklanjuti laporan yang masuk, yaitu dengan memanggil AHOK untuk dimintai keterangan.

Namun apa yang kemudian terjadi sangatlah mudah ditebak, bahwa AHOK hanya sekadar mengikuti prosedur hukum saja, yaitu memberi keterangan atas pertanyaan yang diajukan oleh penyidik terakait laporan kasus penistaan agama.

AHOK tentu akan menjawab dengan sederhana saja, yaitu tak ada niat apapun untuk melecehkan atau menghina ayat Al-Qur’an. Dan memang kenyataannya, pernyataan AHOK sudah sangat jelas tak ada yang perlu dipermasalahkan.

Memperpanjang kasus ini pada ranah hukum, sangat kental dengan nuansa politis dan sama sekali tak ada efektifitasnya di ranah hukum, atau boleh dibilang hanya membuang-buang waktu saja. Tapi karena adanya pertimbangan akan kepentingan yang lebih besar, mengingat hal ini menyangkut masalah yang sangat sensitif dikalangan umat muslim, maka  tak boleh dibiarkan mengambang, sebab  dapat beresiko megakibatkan timbulnya persoalan yang lebih luas yaitu disintegrasi bangsa.

Kasus ini tentu bisa dipetik hikmahnya, terutama bagi AHOK sendiri, agar lain kali lebih berhati-hati dan lebih baik tak usah mengusik atau menyinggung masalah keagamaan. Negeri ini masih sangat rapuh, digoyang sedikit saja seperti mau rubuh..

Oleh sebab itu, silakan saja bagi yang menilai AHOK telah melakukan penistaan agama. Itu hak kalian sebagai warga negara. Laporkan saja, biar kalian semua puas.. Tapi jangan berharap banyak, sebab kasus ini akan berlalu seperti angin dan sama sekali meninggalkan bekas apa-apa, justru AHOK makin teruji dan makin tak ada yang mampu menandingi.

Penulis : Doni Bastian

‘Kasus Penistaan Agama : Laporkan Saja AHOK ke Polisi, Biar Kalian Puas !’

Facebook Comment..
Views 1,039 x, today 1 x

Baca Juga Yang Ini

Kawasan Kumuh Bila Tidak Digusur, Jakarta Mau Jadi Apa?

Kasus ‘Punggusuran’ di Jakarta, berusaha digeser persepsinya menjadi negatif oleh pihak-pihak tertentu yang bertujuan untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *