Press "Enter" to skip to content

Beragam Faktor Risiko Penyakit Jantung yang Tak Terduga

penyakit jantung

Faktor risiko penyakit jantung seperti kolesterol tinggi dan merokok sudah biasa. Tapi, ada beberapa faktor risiko yang terduga.

Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian paling banyak. Beberapa kondisi yang disebut penyakit jantung meliputi aritmia, penyakit jantung koroner, kardiomiopati, kelainan jantung bawaan, dan infeksi jantung. Mari kenali beragam faktor risiko penyakit jantung yang tak terduga.

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, banyak sekali faktor risiko penyakit yang perlu diwaspadai. Sering kali yang harus diwaspadai adalah kebiasaan merokok dan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi. Riwayat keluarga menderita penyakit jantung koroner pada usia muda (<55 tahun untuk pria dan <65 tahun untuk wanita) juga berpengaruh.

Itu adalah faktor risiko yang tak asing. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko lainnya yang tidak pernah Anda duga sebelumnya.

Berikut beragam faktor risiko penyakit jantung yang tak terduga:

  1. Kesepian

Biasanya ini berhubungan dengan kesehatan mental. Tapi, para peneliti di University of York menemukan bahwa orang yang memiliki sedikit koneksi sosial atau yang merasa kesepian, memiliki risiko terkena penyakit jantung sebesar 29 persen lebih tinggi.

Kesepian muncul karena sendirian dan ternyata itu dapat menyebabkan peradangan pada tubuh, sehingga menciptakan kondisi yang memicu penyakit jantung. Untuk menghindarinya, cobalah jalin hubungan yang dekat bersama keluarga dan sahabat, atau bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan minat Anda.

  1. Komplikasi kehamilan

Para ahli meyakini bahwa berbagai macam kondisi seperti hipertensi selama kehamilan, persalinan spontan, dan diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

  1. Trauma

Peristiwa traumatis yang menimpa Anda secara tiba-tiba, seperti kematian salah satu orang terdekat, ternyata bisa menyebabkan masalah jantung. Ini berhubungan dengan stres berat, yang dapat menyebabkan lonjakan akut adrenalin yang membuat denyut jantung dan tekanan darah meninggi.

Sebuah studi pada 2017 menemukan bahwa pada wanita yang mengalami tiga atau lebih peristiwa traumatis dalam hidup, memiliki lapisan dalam pembuluh darah yang tak berfungsi.

  1. Sulit tidur

Tidur adalah salah satu kebutuhan primer manusia. Anda perlu tidur untuk memulihkan dan mengisi dirinya. Ketika tertidur, organ dalam tubuh akan beristirahat dan mengisi kembali energi tubuh. Jantung pun akan berdetak pelan demi menstabilkan badan pasca aktivitas sebelumnya.

Cukup tidur tidak hanya memberikan energi, tapi juga baik untuk kesehatan jantung Anda. Sementara kebiasaan begadang dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung Anda. Untuk itu, pastikan Anda tidur 7-9 jam.

Itu adalah faktor risiko penyakit jantung yang mungkin tidak Anda duga sebelumnya. Jaga kesehatan Anda dari sekarang, mulailah berolahraga dan atur pola makan Anda.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Comments are closed.