Home / Catatan / Awas, Ijazah Anda ‘Bergentayangan’

Awas, Ijazah Anda ‘Bergentayangan’

Awas, Ijazah Anda ‘Bergentayangan’

REP | 10 December 2012 | 18:21 Dibaca: 910   Komentar: 0   2

 Ketika kita melamar kerja, tentu diwajibkan menyerahkan dokumen untuk melengkapi persyaratan adminstrasi. Pada umumnya, dokumen yang harus diserahkan antara lain adalah pasfoto terakhir dan  fotocopy dari dokumen legalitas dari KTP, KK, dan tentu Ijazah terakhir.

Setelah memperoleh banyak calon pegawai yang melamar, maka diadakan serangkaian test untuk menentukan para pelamar yang dianggap memenuhi syarat yang diinginkan perusahaan. Dari hasil seleksi calon pegawai tersebut, tentu saja calon pegawai yang ditolak lamarannya, jauh lebih banyak daripada yang diterima/lulus sebagai pegawai baru pada suatu perusahaan atau instansi.

Bagi yang lulus seleksi penerimaan pegawai, tentulah semua dokumen lamaran kerja langsung disimpan sebagai database personalia. Tetapi pertanyaannya, bagaimanakah pengelolaan dokumen dokumen lamaran kerja yang tidak lulus seleksi alias ditolak yang bisa sampai ribuan jumlahnya itu  ?

Kali ini, saya ingin sekali fokus terhadap apa yang terjadi dengan dokumen lamaran kerja yang telah ditolak itu ?  Pernahkan terpikir, bagaimana nasib dokumen lamaran kerja kita, dimana kita telah gagal dalam mengikuti test penerimaan pegawai ?

Pelaksanaan pengelolaan berkas dan dokumen eks pelamar  kerja diberbagai perusahaan dan instansi, tentulah berbeda beda cara penanganannya. Ada yang sekedar diikat lalu seluruhnya disimpan digudang, tinggal menunggu di cacah lalu dibuang. Untuk perusahaan besar atau profesional, data calon pegawai tersebut, meski tidak lolos seleksi, tetap diinput kedalam aplikasi database khusus untuk para pelamar. Hal ini dilakukan sebagai cara  untuk memudahkan pendataan dan pencarian data tenaga kerja yang mungkin diperlukan dikemudian hari.

Tetapi yang  cukup mengejutkan disinyalir adanya oknum dan perusahaan yang memanfaatkan berkas berkas lamaran kerja tersebut untuk kepentingan tertentu. Dan hal ini bisa terjadi dibanyak perusahaan terutama perusahaan outsourcing.

Tujuannya apa ? Tentu untuk kepentingan manipulasi data jumlah pegawai.

Kasus riilnya adalah ketika sebuah perusahaan outsourcing menerima order pengadaan tenaga kerja dalam jumlah besar (sampai ratusan bahkan ribuan) untuk memasarkan suatu produk/jasa tertentu, maka  disini rawan sekali kasus manipulasi data pegawai,  bila tidak dilakukan verifikasi dengan baik. Sebab dengan jumlah pegawai yang begitu banyak, apalagi tugas tenaga pemasar yang sebagian besar waktunya berada diluar kantor, akan sulit melakukan verifikasi pegawai satu persatu. Cara melakukan manipulasi cukup sederhana, yaitu dengan menyerahkan data pegawai lengkap dengan fotocopy identitas dan ijasah fiktip.  Artinya seluruh data dan forulir isian data tertulis lengkap, tetapi secara fisik, sebenarnya  tidak ada pegawai tersebut. Dengan demikian perusahaan tersebut bisa menagih pembayaran tenaga kerja perbulan  sesuai dengan data yang ada, yang tentu bisa lebih besar dengan yang seharusnya.

Modus manipulasi data fiktip tidak hanya terjadi di perusahaan outsourcing, tetapi juga untuk memperoleh kredit konsumtip secara kolektip. Karena jumlah calon debitur yang cukup banyak maka pihak bank juga lalai dalam melakukan verifikasi. Hasilnya adalah kredit macet, dan baru diketahui kemudian bahwa terdapat banyak debitur fiktip.

Yang lebih miris lagi adalah penggunaan ijazah Sarjana dan profesional (S1, S2 bahkan S3)  tanpa seijin pemiliknya, seperti untuk keperluan kelengkapan administrasi pemenuhan kualifikasi jumlah tenaga ahli dalam acara lelang pengadaan barang dan jasa,  sertifikasi tenaga ahli, kualifikasi jumlah guru besar bagi universitas swasta dll.

Hal ini harus sudah menjadi perhatian pemerintah untuk mencegah terjadinya manipulasi data terkait data pribadi/perorangan dan dokumen sertifikasi, dengan membuat aturan main bagaimana memperlakukan fotocopy dokumen pribadi milik perorangan eks pelamar kerja.

Jangan salah, mungkin saja fotocopy ijazah anda sudah ‘bergentayangan’ kesana kemari, apakah anda selama ini menyadarinya ?

Salam.

Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 203 x, today 1 x

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.