Press "Enter" to skip to content

Mengapa Anda Tidak Lolos Seleksi Awal Rekrutmen Pegawai BUMN?

Hasil seleksi awal rekrutmen pegawai BUMN sudah diumumkan (2 Mei 2019). Apakah anda berhasil lolos pada seleksi awal ini ?

Jika tidak, tentu anda penasaran mengapa anda sampai tidak lolos pada seleksi awal ini? Mungkin uraian berikut ini dapat memberikan pencerahan.

sumber gambar : rekrutbersama.fhcibumn.com

Teknis Pelaksanaan  Rekrutmen Pegawai BUMN

Sebagaimana diketahui bahwa pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian BUMN Kementerian BUMN bekerja sama dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dalam program rekrutmen pegawai BUMN secara nasional. Target program rekrutmen ini adalah untuk mencari calon tenaga kerja dengan kualitas terbaik untuk mengisi lowongan 11. 000  posisi untuk 110 perusahaan dari total 143 BUMN yang ada.

Sejak dibukanya program ini pada awal bulan Maret lalu, jumlah akun yang terdaftar pada situs https://rekrutbersama.fhcibumn.com adalah sebanyak kurang lebih 1 juta akun. Sedangkan yang mengikuti tes sebanyak 995 orang. Proses pelaksanaan program ini beberapa tahapan yaitu : 1. Pendaftaran dan Seleksi Awal, 2. Seleksi Kemampuan Dasar, 3. Seleksi oleh BUMN.

Tahap pendaftaran dan Materi Tes pada Seleksi Awal

Pada tahap seleksi awal ini, seluruh peserta diwajibkan menjawab 83 pertanyaan secara online. Seluruh materi soal pada tes ini bersifat umum, maksudnya tidak terfokus pada dispilin ilmu tertentu. Antara lain untuk mengetahui karakter paserta tes sesuai yang diperlukan saat nanti bekerja sebagai pegawai BUMN.

Peserta tes mungkin agak sulit meyakini apakah dirinya sesuai dengan kriteria karakter yang dibutuhkan. Namun selain itu yang perlu diingat bahwa pada saat pendaftaran, tentu semua peserta telah mengisi data antara lain bio data termasuk nama universitas, jurusan, Indeks Prestasi (IP) dan sertifikat penghargaan lainnya.

sumber : rekrutbersama.fhcibumn.com

Indeks Prestasi (IP)

Dalam proses rekrutmen calon pegawai di instansi atau perusahaan manapun tentu menetapkan besaran nilai Indeks Prestasi (IP) bagi para lulusan Sarjana sebagai syarat minimal agar bisa lolos saringan pertama. Jadi, hal ini tentu lebih mudah untuk dipahami bagi peserta yang gagal atau tidak lolos seleksi awal ini.

Sebab kemungkinan faktor paling dominan yang menyebabkan tidak lolos seleksi adalah  karena IP tidak memenuhi syarat ketentuan minimal.

Biasanya, untuk instansi atau perusahaan besar menetapkan syarat minimal IP untuk calon pegawai adalah 2,75. Oleh sebab itu, bagi anda yang memiliki IP dibawah 2,75 harap maklum sebab secara otomatis sistem akan mengelompokkan anda ke dalam kategori yang tidak lolos seleksi.

Pentingnya Piagam atau Sertifikat Penghargaan

Ketika masih duduk di bangku kuliah, banyak mahasiswa yang tidak menyedari pentingnya berprestasi di bidang tertentu terutama yang terkait dengan bidang keilmuan yang ditekuninya.

Seorang mahasiswa mendapatkan sertifikat atau piagam penghargaan karena mampu berprestasi yaitu  tampil sebagai pemenang atau menjuarai sebuah acara lomba atau kompetisi tertentu,  hal ini tentu sebagai credit point. Apalagi jika acara kompetisi yang dimenangkannya itu bertaraf internasional, sudah barang tentu sangat berpengaruh pada penilaian kualitas dan kemampuan mahasiswa tersebut.

Pendek kata, jika  ada 2 mahasiswa yang memiliki  Indeks Prestasi sama, dengan almamater universitas yang sama pula, maka tentu bagi yang memiliki piagam atau sertifikat penghargaan, akan selalu mendapatkan prioritas (lebih diutamakan)

Notifikasi ini sangat di harapkan oleh semua peserta seleksi..

Predikat Cum Laude

Predikat Cum Laude (dengan pujian) sengat diidam-idamkan oleh semua mahasiswa. Mengapa demikian? Sudah jelas, tidak semua mahasiswa mampu mendapatkan predikat ini sebab mereka harus memperoleh IP kumulatif pada akhir studi diatas 3,5. Ini tentu bukan hal yang mudah sebab membutuhkan konsistensi dan perjuangan yang keras selama menjalankan aktifitas belajar di bangku kuliah.

Predikat Cum Laude yang disandangnya adalah sebagai indikator bahwa mahasiswa tersebut dinilai sangat memuaskan dalam menyelesaikan studi pada jurusannya, atau minimal lebih unggul jika dibandingkan dengan rata-rata teman mahasiswa seangkatannya.

Dari uraian diatas maka anda dapat berintrospeksi diri. Jika memang anda sama sekali tidak memiliki credit poin, maka sudah sewajarnya tidak lolos pada seleksi pertama ini.

Namun demikian tak perlu putus asa dan patah arang. Masih banyak kesempatan menunggu di depan anda, namun demikian jangan pernah lupa bahwa ‘kesuksesan anda di masa depan adalah ditentukan pada hari ini”.

Salam

#donibastian

 

 

(Visited 55 times, 1 visits today)

Comments are closed.