Home / Puisi / Meniti Buih

Meniti Buih

Sepenggal Kisah Perjalanan

menyusuri titian jalan setapak diantara pucuk runcing bebatuan sepasang kaki telanjang menapak melangkah pelan jaga keseimbangan terhuyung dihempas hujan semalaman tersengat terik mentari siang hari sekujur tubuh kuyup basah kedinginan kulit melepuh terbakar panas nurani diujung pematang terdiam membatu bening air menetesi pelupuk mata bilik hatinya berdebar tak menentu tersesat …

Baca Selanjutnya »

Ditengah Deru Nafas Kota

sepasang bola mata sayu menatap semangkuk nasi sisa hari kemarin yang t’lah menebar aroma basi sepotong ikan asin terlentang diatas permukaannya sementara dua telapak tangan kecil menangkupnya coba katakan, hati bunda mana yang tak ‘kan teriris memandang wajah anaknya yang lemah tengah menangis menahan perutnya yang tampak buncit terisi angin …

Baca Selanjutnya »

Kasih Ibu Sepanjang Jalan

coba kau katakan padaku cinta mana yang bisa menandingi dari seorang perempuan yang rela melewati waktu memikul beban yang dikandungnya rasa sakit mana yang mampu menyaingi apa yang disandangnya saat mengerang menahan nafas dan perih yang memuncak saat perempuan itu mengantarku ke dunia tak ada suasana yang lebih mencekam selain …

Baca Selanjutnya »

Ujung Perjalanan

  waktu begitu cepat berlari tingggalkan bercak langkah kian panjang tak beraturan pesan ibunda masih tertanam sebagai lentera dalam kegelapan terkurung dalam pusaran keangkuhan anak angsa yang lugu dan murni kini mulai beranjak liar dan berani paruhnya yang dulu tampak tumpul sekarang makin tajam dan runcing bermain di sela rumput …

Baca Selanjutnya »