Home / Dialog Imajiner / Politik / POLITIK TUKAR GULING

POLITIK TUKAR GULING


Pada suatu ketika, Raja akan berkunjung ke Tanah Timur. Tapi karena sebagian rakyat disana jelas-jelas menolak kedatangannya, Raja merasa was-was juga bila terjadi penyerangan saat berada disana. Oleh karena itu disiapkan ribuan tentara kerajaan sebagai pengamanan.

Pada malam sebelum berangkat ke Tanah Timur, Raja memanggil penasihat istana.

Raja: Aku tak bisa tidur malam ini
Penasehat: Ada apa gerangan, paduka tuanku?

R: Aku tak mengerti mengapa ada rakyatku disana yang menolak kedatanganku
P: Apakah mungkin paduka telah ingkar janji?
R: ehmm,, mungkin aku lupa. Janji mana yang belum aku tepati?

P: Maka dari itu, paduka jangan terlalu banyak mengobral janji !
R: Tapi itu kan perlu juga, biar rakyatku senang dan percaya bahwa aku bisa jadi Raja di negeri ini.

P: Benar tuan, tapi kenyataannya, janji-janji yang pernah paduka ucapkan, banyak yang tidak ada realisasinya. Mereka banyak yang kecewa.

R:Lalu bagaimana menurut pendapatmu, apa ada jalan keluarnya.
P: emm.. emm…

Penasehat istana berpikir sejenak, dan kembali bicara;

P:Paduka tuanku, begini saja. Bukankah masih ada beberapa orang dari Tanah Timur yang berada dalam penjara karena kasus makar?
R:Iya ada.. Lalu?

P:Mereka sekarang sedang minta pengampunan kepada baginda Raja
R:Terus?
P: Nah, ini kan kesempatan bagi paduka untuk mengambil hati rakyat Tanah Timur
R:Maksudmu?

P: Berikan saja pengampunan kepada mereka semua, agar mereka segera bebas. Dengan demikian mereka tentu akan sangat berterima kasih kepada Raja dan mereka percaya bahwa Raja masih memperhatikan rakyat khususnya dari Tanah Timur

R:ha.. ha.. benar.. Benar sekali pendapatmu itu. Aku perintahkan agar upacara pemberian pengampunan kepada para Narapidana dari Tanah Timur segera dilaksanakan…

@donibastian – Dialog Imajiner
Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 152 x, today 1 x

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.