Home / Figur / Sebuah Nasihat untuk Ahok

Sebuah Nasihat untuk Ahok

REP | 28 November 2012 | 12:51

 

Pada suatu ketika, ada seorang Raja sedang berburu di hutan. Karena asyiknya, Raja kehilangan arah dan tersesat. Sang Raja baru tersadar ketika rasa haus menyerang tenggorokannya, dan bekal air minum yang dibawanya sudah tak tersisa lagi. Dia kemudian mencari cari sumber air untuk sekedar melepas dahaga. Ternyata tidaklah mudah mencari sumber air ditengah hutan, daerah dimana belum pernah dia kenal  sebelumnya. Karena sudah tak tahan lagi menahan rasa haus, Sang Raja terpaksa menampung tetesan air, yang merembes dari sela sela batu. Tetes demi tetes air itu dikumpulkannya dalam sebuah cawan bawaannya.

Ketika air sudah cukup terkumpul, Sang Raja ingin sekali segera meminumnya. Tapi tiba tiba ada seekor burung Elang yang menyambar cawan yang dipegangnya, hingga menumpahkan semua air yang ada dalam cawan itu.

Sang Raja langsung marah, seraya menghunus pedang dan berusaha  membabat leher burung Elang. Terkena  sabetan pedang,  burung Elang itu  terluka parah dan  langsung terjatuh tergeletak tepat disamping kakinya.

Kekesalan Sang Raja membuatnya segera pergi meninggalkan burung itu mencari sumber air yang lain. Tak berapa lama kemudian, Sang Raja melihat ada sebuah kolam kecil dengan airnya yang jernih. Segeralah dia memacu jalannya menuju ke kolam kecil itu. Namun, saat hendak mengambil air untuk diminum, Sang Raja terkejut melihat ada seekor ular Kobra yang  mati di dalam kolam dengan mulutnya yang menganga. Sang Rajapun tahu bahwa seluruh air kolam itu tentu sudah teracuni oleh bisa ular kobra itu.

Sang Raja jadi teringat apa  yang baru saja dilakukannya.  Kemudian dia berbalik menuju tempat dimana tempat Burung Elang itu tergeletak. Sang Raja kemudian memungut burung Elang itu dan berniat membawanya kembali ke istana untuk dirawat dan disembuhkan. Tapi semuanya terlambat, burung Elang itu telah mati. Sang Raja terlihat sangat menyesali tindakannya tersebut dan tak kuasa lagi membendung airmatanya, seraya memeluk erat bangkai burung Elang itu.

Berkat kejadian itu,  membuat Sang Raja menjadi tersadar dan memperoleh pelajaran yang sangat berarti bagi kehidupan selanjutnya. Sang Raja telah berjanji untuk tidak mudah marah, lebih bijaksana dan yang terpenting adalah “tidak akan membuat  suatu keputusan apapun ketika sedang marah“.

Salam.

Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 38 x, today 1 x

Baca Juga Yang Ini

Kenapa Saya Memilih Ahok?

Ada banyak orang pandai di negeri ini. Tak sedikit yang telah berpengalaman menjadi pejabat bahkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.