Home / Hidup dan Kehidupan / Kenapa Manusia Takut Kiamat?

Kenapa Manusia Takut Kiamat?

1356796526162336050

OPINI | 29 December 2012 | 22:25  Tak ada yang abadi didunia ini.  Semua yang ada, apapun itu, suatu saat akan musnah. Termasuk bumi yang kita tempati. Bumi sakarang ini sudah semakin tua.  Indikasi tuanya bumi bukan diukur secara fisik sebagai sebuah planet dalam gugusan Bima Sakti yang sudah ada sejak sekian juta tahun lalu, tapi tua dalam arti terkait dengan berbagai kondisi munusia yang menempatinya, yang sudah sedemikian  rapuh dimakan kemajuan zaman.Kegiatan meramal adalah upaya manusia untuk menentukan sesuatu akan terjadi pada satu masa tertentu. Sedangkan ketepatan ramalan manusia, sesungguhnya hanyalah suatu kebetulan saja. Artinya tak ada satupun didunia ini yang bisa menjamin bahwa sesuatu itu pasti terjadi pada sebuah waktu tertentu. Semua orang memang yakin suatu akan akan terjadi kiamat, tetapi pertanyaannya, mengapa kiamat harus diramalkan ? Kalaupun memang ramalan manusia bisa tepat menentukan kapan waktu kiamat itu tiba, lalu untuk apa ramalan itu ?

Kira kira apa yang akan dilakukan manusia bila kiamat tiba ?

Manusia memang makhluk yang sombong. Dia pikir dengan membangun benteng atau bunker dibawah tanah dengan dilapisi tembok beton berlapis baja, bisa melindunginya dari kehancuran saat kiamat ? Kalaupun dia bisa selamat dari kehancuran karena bersembunyi didalam bunker tersebut,  seberapa lama dia akan bisa bertahan hidup didalamnya. Taruhlah didalam bunker itu telah disediakan cedangan persediaan makan dan minum, tapi untuk seberapa lama ? Dan apakah selama itu manusia hanya sekedar makan dan minum saja ? Lalu bila persediaan makan dan minumnya sudah habis, tentulah butuh ketersediaan bahan pangan untuk melanjutkan kehidupannya, kemana dia akan mencari, sedangkan seluruh alam semesta ini sudah hancur berantakan dan tak menyisakan sama sekali bahan bahan kehidupan untuknya ? Bukankah itu hanya sekedar menunda kematiannya saja ?

Disini nampak sekali bahwa manusia adalah makhluk yang teramat bodoh. Sudah jelas jelas ditentukan bahwa tak ada satupun yang bakal selamat dari kiamat, masih saja mereka-reka mencari cara sendiri.  Sesungguhnya yang ditakuti manusia bukanlah kiamat, tapi kematian !

Mengapa manusia takut mati ?

Apa yang ditakutkan dari kematian manusia? Manusia takut mati karena meninggalkan dunia atau takut mati karena akan hidup lagi di akherat ? Ini pertanyaan yang paling mendasar. Bila manusia berpikir bahwa suatu saat akan mati meninggalkan dunia, pantaslah dia akan merasa ketakutan. Takut kehilangan kekayaan, pangkat, jabatan , istri atau pacarnya yang cantik lagi seksi, anak-anaknya yang manis dan lucu atau teman temannya yang baik hati dan segala kesenangannya didunia ini.

Bagi sebagian orang, yang telah mengerti dan memahami  makna kehidupan ini, kematian  bukanlah hal yang menakutkan.  Sebab mereka sadar bahwa apa yang ada didunia ini sekedar titipan, termasuk nyawa yang dikandung raganya. Manusia tak pernah memiliki, mereka hanya sekedar menerima pinjaman. Bila manusia merasa bahwa dirinya hanyalah sebagai peminjam, maka seharusnya dengan ikhlas suatu saat menyerahkan semuanya kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan. Tak perlu berlari, tak perlu menghindar dan tak usah lagi bersembunyi, bila kematian itu tiba. Serahkan saja semuanya yang telah kita pinjam selama ini, bagaimanapun juga, bila sudah habis masa kontrak pinjaman, tak akan ada lagi yang sanggup memperpanjangnya.

Apakah mati itu sakit sehingga membuat manusia ketakutan ?

Sakit itu hanya dirasakan bila manusia masih hidup.  Jadi bila kita merasa sakit, berarti masih beruntung karena kita masih hidup. Apakah berarti bahwa  setelah manusia mati tak ada lagi rasa sakit ? Tidak juga Justru rasa sakit yang dirasakan manusia setelah mati, tingkatannya jauh diatas rasa sakit yang pernah dirasakan didunia. Bahkan bisa dirasakan dalam jangka waktu yang sangat sangat  lama, secara terus menerus  dan berulang ulang.

Sayangnya manusia yang ada sekarang ini, satupun  belum  ada yang pernah mati kecuali mati suri. Jadi tak ada yang bisa membuktikannya. Tapi apakah untuk merasakan sakit yang sesakit sakitnya itu, harus perlu pembuktian ? Bila ada yang ingin pembuktian, silakan membuktikannya sendiri !.

Bila manusia sedang hidup  dan  takut akan rasa sakit itu wajar wajar saja, karena tak ada satupun manusia normal yang mencari rasa sakit atau menyakiti diri sendiri. Yang ada justru sebaliknya, sebisa mungkin menghindari rasa sakit.

Tapi jangan salah,  ada pula  sebagian manusia yang sama sekali tidak takut akan rasa sakit didunia ini, dan justru sangat ketakutan dengan rasa sakit di akhirat. Mereka sangat yakin  bahwa rasa sakit didunia ini, justru akan mengurangi rasa sakit diakhirat nanti. Golongan orang orang ini, semasa hidup didunia, selalu teringat akan rasa sakit di akhirat, dan salalu menghindari perbuatan perbuatan yang bisa menyebabkan mereka tersakiti di akhirat nanti.

Dan ketika kematian tiba, mereka nampak  tersenyum, melihat sekelompok malaikat yang rupawan menjemputnya, menuju  gerbang kehidupan lain yang penuh dengan keindahan, kesenangan dan kebahagiaan yang didambakannya selama ini.

Salam

Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 360 x, today 1 x

Baca Juga Yang Ini

30 Hari Berjalan Kaki Mencari Mama

  Tempo hari saya membaca sebuah berita yang membuat saya trenyuh yaitu ada seorang anak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.