Home / Hidup dan Kehidupan / Memberi Nasihat Pada Saat Yang Tepat

Memberi Nasihat Pada Saat Yang Tepat

stressAnda tentu pernah memberi nasihat kepada teman, saudara atau siapapun yang menurut anda layak anda bantu untuk menyelesaikan masalahnya. Namun apakah anda menyadari bahwa nasihat yang anda berikan hanya sebatas angin lalu?

Manusia hidup tentu mengalami segala macam jenis persoalan, baik yang ringan sampai ke permasalahan yang sangat berat yang bahkan bisa mengancam kehidupan. Secara naluriah, kita sebagai manusia normal juga punya rasa iba dan senantiasa ingin membantu atau menolong siapapun disekitar kita, apalagi kita mengetahui secara persis duduk permasalahannya.

Salah satu bentuk pertolongan yang bisa kita lakukan kepada orang lain adalah memberi nasihat. Nasihat yang baik tentu akan sangat membantu bagi seseorang yang sedang mengalami permasalahan. Namun demikian, efektifitas nasihat yang kita berikan belum tentu memberikan hasil yang diharapkan, apalagi bila kita tidak melakukannya disaat yang tepat.

Kondisi Orang yang sedang bermasalah

Bila ada seseorang yang sedang punya masalah yang cukup berat, terlepas dia adalah taman baik, rekan kerja, saudara atau siapapun disekitar anda, maka yang dirasakannya adalah bumi ini terasa gelap dan sempit. Bahkan untuk sekedar bernafas saja, dia akan sulit untuk melakukannya. Dalam kondisi yang demikian ini, seseorang sudah tidak mampu lagi menggunakan akal sehatnya, bahkan cenderung emosional dan hanya mengandalkan perasaannya saja. Oleh sebab itu, tidaklah heran, bila mereka terjerumus kepada kegiatan negatip sebagai pelampiasannya untuk melarikan diri dari persoalan hidup yang dihadapinya.

Pada masa-masa di mana mereka dalam kondisi stress dan tertekan akibat beratnya beban persoalan didalam kehidupannya, maka sesungguhnya mereka sama sekali tak ingin mendengar nasihat apapun dari orang lain. Bila kondisi ini sedang terjadi dan anda mencoba memberi nasihat, boleh saja anda lakukan, namun percayalah bahwa usaha anda akan sia-sia.

Mengapa demikian? Sebab seseorang yang sedang dalam kondisi tertekan, tidak akan mau mendengar apapun dari orang lain termasuk anda teman dekatnya sekalipun, meski apa yang  anda sampaikan adalah benar. Seorang yang sedang stress selalu menganggap bahwa hanya dirinyalah yang paling benar, dan hampir selalu menyalahkan semua orang yang ada dimuka bumi. Dia justru semakin marah bila ada yang mempersalahkannya. Dia hanya ingin mendengar kata yang mendukung dan membenarkan apa yang telah dilakukannya.

Seseorang yang sedang dalam kondisi tertekan, tidak akan mau mendengar apapun dari orang lain termasuk anda teman dekatnya sekalipun, meski apa yang  anda sampaikan adalah benar – Doni Bastian

Menjadi pendengar yang baik.

Bila suatu saat anda berada tepat di depan teman baik anda yang sedang mengalami masalah berat, dan dia mencurahkan perasaannya kepada anda, maka yang bisa anda lakukan hanyalah menjadi pendengar yang baik. Anda tak perlu memberi saran apapun apalagi menyuruhnya melakukan sesuatu yang menurut anda benar. Cukuplah anda mengangguk-anggukkan kepala saat dia bercerita. Pahami perasaan dan emosinya yang tidak stabil. Tempatkan anda pada posisinya, jangan pernah mencari mana yang benar dan mana yang salah. Ini adalah tahapan yang sangat riskan bila anda seolah hadir sebagai pahlawan. Dia bahkan sama sekali tidak butuh nasihat anda. Yang dia inginkan adalah anda bisa mengerti tentang apa yang sedang dialaminya. Berilah dukungan atau support kepadanya, agar rasa optimis didalam hatinya perlahan bisa tumbuh. Bila perlu, untuk sementara waktu benarkan setiap apa yang dikatakannya, dengan mengangguk atau dengan berkata,’ Kamu tidak salah.. kamu sudah benar… dlsb“, meski dalam hati anda tahu bahwa dia telah melakukan kesalahan besar.

Biarkan saja dia menumpahkan segala beban yang menyesaki batinnya. Tunggu sampai dia benar-benar puas menumpahkan seluruh isi hati dan kekesalannya. Setelah itu, ajaklah dia beristirahat untuk memulihkan kondisi. Namun adakalanya anda akan diajak olehnya pergi ke suatu tempat hiburan untuk melepas kejenuhan. Sepanjang masih bersifat positip, misalnya menonton film, atau pertunjukan musik dll, antar dan temani dia untuk sekadar meringankan penderitaannya. Namun bila menjurus ke perbuatan negatip seperti mengkonsumsi narkoba, atau minum minuman keras dll, maka anda harus mencari alasan yang baik untuk menolaknya. Jangan biarkan teman anda terjerumus ke dalam jurang yang lebih dalam.

Saya pernah punya pengalaman mengenai hal ini, yaitu ketika teman saya sedang mengalami kondisi yang sangat berat dalam menghadapi masalahnya. Yang bisa dia lakukan hanyalah berteriak-teriak seolah tak mau menerima kenyataan. menganggap dirinya benar  dan selalu meyalahkan orang lain. Saya hanya diam dan mendengarkan setiap apa yang dia katakan. Bahkan dia balik bertanya, mengapa saya diam saja. Saya katakan saja, bahwa saya bisa mengerti apa yang dilakukannya. Setelah puas dia memaki-maki dengan sumpah serapah, akhirnya dia berhenti dengan sendirinya dan menangis. Mungkin dengan cara demikian dia mampu melepaskan semua kegalauan di dalam hatinya.

Membiarkan waktu berjalan

Untuk mendapatkan kondisi yang kondusif dalam memberi nasihat kepada teman dekat atau saudara kita, biarkan saja waktu berjalan baginya untuk berpikir dan menyadari kondisi yang sedang terjadi. Tunggu saat-saat dia sudah mulai tenang beberapa hari kemudian. Bila anda mendapatinya dalam keadaan tenang, maka anda bisa mulai memberi nasihat dengan cara berdiskusi ringan dengannya.

Seperti yang terjadi dengan teman saya tersebut. Keesokan harinya, saya temui dia lagi. Ternyata kondisinya sudah jauh berbeda dengan kemarin. Dia nampak tenang, bahkan sudah bisa sedikit tersenyum bila saya mengajaknya bercanda. Barulah kemudian saya bercerita mengapa kemarin saya diam saja, ketika dia mengajak saya bicara. Diapun juga bisa memahami apa yang saya lakukan, yaitu semata-mata tak ingin menambah berat perasaannya. Akhirnya saya bisa dengan leluasa mengajaknya berpikir secara sehat, berdiskusi dan mempertimbangkan berbagai solusi untuk menyelesaikan permasalahannya. Alhasil, diapun dengan bersemangat dan optimis mengikuti saran dan nasihat saya dalam mencari solusi.

Bagitulah yang terjadi. Pada satu saat, seseorang akan kehilangan cara berpikir yang positif, bahkan terlupa akan kewajibannya dalam menjalani kehidupan ketika dia didera persoalan yang teramat berat. Kita sebagai teman dekat atau saudara, harus bisa mengendalikan keadaan dan memastikan bahwa apa yang kita lakukan bukanlah menambah berat persoalan, tapi semata-mata mencari kesempatan yang tepat untuk memberinya nasihat agar bisa diterima sebagai solusi dalam memecahkan segala permasalahan

@donibastian – hidup dan kehidupanHosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 236 x, today 1 x

Baca Juga Yang Ini

Nasib PSK Eks Gang Dolly, Siapa yang Peduli ?

Tempat prostitusi gang Dolly dan Jarak telah resmi ditutup oleh pemerintah kota Surabaya. Penutupan lokalisasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.