Home / kampanye / Program Anies : Kepemilikan Rumah Dengan DP 0 %, Omong Kosong !

Program Anies : Kepemilikan Rumah Dengan DP 0 %, Omong Kosong !

DP 0

Calon Gubernur DKI Anies Baswedan menawarkan program DP 0 % kepada warga Jakarta agar dapat memiliki rumah sendiri. Manis sekali tampaknya, tapi sesungguhnya omong kosong belaka.  Itulah jika orang hanya ingin menjadi Gubernur DKI, tapi asal saja menawarkan program, tanpa dipikir terlebih dahulu.

Harga tanah dan rumah yang berada di wilayah DKI Jakarta, sudah terlalu tinggi untuk bisa dimiliki oleh warga Jakarta khususnya golongan menengah bawah. Untuk warga yang kebetulan jadi orang kaya, jangan ditanya. Jika anda tak percaya, coba saja luangkan waktu sejenak untuk membaca iklan rumah dijual di Jakarta. Anda tentu akan sangat sulit untuk menemukannya dengan harga dibawah Rp,1 Milyar.

Dengan adanya kenyataan yang terjadi, maka sudah barang tentu warga Jakarta tak akan mampu membeli rumah sampai kapanpun juga. Agar lebih jelas, kita gunakan perhitungan yang sederhana berikut ini.

Warga Jakarta golongan menengah bawah, yang bekerja sebagai karyawan, baik itu di lingkungan instansi pemerintah maupun perusahaan swasta, taruhlah gaji mereka per bulan rata2 Rp. 5 Juta. Asumsinya, tentu mereka bukanlah pegawai baru, atau setidaknya telah bekerja selama 5 tahun.

Dengan gaji sebesar Rp. 5 Juta per bulan, setelah dikurangi dengan biaya hidup sebulan, taruhlah tersisa 20% saja atau sebesar Rp. 1 Juta yang bisa ditabung.  Dengan sisa uang sebesar Rp. 1 Juta, mungkinkah untuk mengangsur harga rumah di Jakarta yang hanganya ratusan juta bahkan miliaran rupiah itu? Meski tanpa uang muka (DP) sekalipun, mustahil bagi mereka untuk mencicil angsuran kredirnya bukan?

Itu baru di lihat dari sisi debitur, bagaimana dengan kreditur?

Lembaga keuangan, baik bank maupun non bank, memberikan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah atau yang populer dengan KPR. Namun Bank Indonesia telah mensyaratkan di perlukannya Uang Muka kepada calon debitur jika ingin mengajukan fasilitas KPR tersebut. Tidak ada satupun Bank yang boleh memberikan KPR dengan DP 0 %.

Karena terbentur pada ketentuan ini (DP 0 %), Aniespun kemudian menghindar dengan memberikan alternatif menabung selama 6 bulan yang dimaksudkan untuk dihimpun menjadi uang muka (DP) sebelum mengajukan kreditnya.

Jika sebulan saja, warga Jakarta hanya mampu menabung Rp. 1 Juta, maka selama 6 bulan hanya terkumpul uang Rp. 6 Juta sebagai uang muka. Dengan uang muka sebesar Rp. 6 Juta, rumah apa yang bisa dimiliki dan dimana?

Sebagai ilustrasi, biasanya Bank menetapkan syarat DP minimal 15 % dari harga Rumah yang akan di KPR-kan. Jadi dengan DP Rp. 6 Juta, berapa harga rumah yang akan dibeli, jika DP sebesar Rp. 15 Juta saja, hanya bisa untuk mencicicil Rumah seharga Rp. 100 Juta?

Jika masih belum yakin, kita naikkan asumsi gaji karyawan di DKI menjadi rata2 sebulan Rp 10 Juta. Taruhlah setiap bulan dapat menyisihkan separonya untuk mencicil KPR yaitu sebesar Rp. 5 Juta. Untuk keperluan uang muka, mereka menabung selama 6 bulan dan akan terkumpul uang sebanyak Rp. 30 Juta.

Jika calon debitur memiliki DP Rp. 30 Juta sekalipun, maka harga Rumah yang bisa dimiliki adalah senilai Rp. 200 Juta. Sampai botakpun tak akan bisa ditemui ada rumah seharga Rp. 200 juta di Jakarta.

Uraian diatas hanya sekadar ilustrasi sederhana saja, untuk membuktikan bahwa program Anies KPR dengan DP 0 % tersebut hanyalah sekadar menjanjikan sesuatu yang sepintas manis tapi ternyata hanya mimpi di siang bolong semata..

#donibastian

Program Anies : Kepemilikan Rumah Dengan DP 0 %, Omong Kosong !

 

 Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 295 x, today 1 x

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *