Home / Kerja dan Karir / Mengapa Karir Anda “Jalan Ditempat” ?

Mengapa Karir Anda “Jalan Ditempat” ?

Mengapa Karir Anda “Jalan Ditempat” ?

OPINI | 31 December 2012 | 23:26 Dibaca: 236   Komentar: 0  

Ada seorang pegawai yang mengeluh, mengapa dirinya tidak bisa naik ke jabatan lebih tinggi, padahal dia sudah cukup lama bekerja, selalu rajin dan  disiplin dan jarang tidak masuk kerja. Yang menyesakkan lagi, justru anak  buahnya malah yang lebih dulu dipromosikan.

Fenomena diatas tak jarang kita temui, banyak pegawai yang sudah cukup senior dalam artian sudah lama bekerja, tetapi jabatannya tetap tak pernah berubah dari tahun ke tahun.  Barangkali anda juga merasakannya ?

Tak perlu risau dan gelisah, ada beberapa hal yang bisa kita kaji bersama, agar kita dapat memahami mengapa itu bisa terjadi.

1.  Selalu ingin berprestasi.

Semasa masih dibangku sekolah hingga sampai pada  level perguruan tinggi, kita semua diajarkan segala macam jenis mata pelajaran dan berbagai mata kuliah. Terlepas dari disiplin imu yang kita geluti, ketika masuk kedalam dunia kerja, tujuan kita bekerja bukanlah sekedar mendapatkan nilai  seperti yang kita semua lakukan dahulu, yaitu belajar keras agar nilai ujian kita bagus.  Namun kebanyakan para  pegawai mempunyai motivasi untuk mengejar prestasi di unit kerjanya masing masing, dengan harapan bisa segera dipromosikan ke jabatan lebih tinggi.

Tapi kenyataannya,  tidaklah seperti yang diharapkan. Seorang pegawai yang dinilai sangat menguasai dan berpengalaman pada suatu jenis pekerjaan tertentu,  justru malah membuat dirinya terikat pada posisi yang sama selama-lamanya.  Mengapa demikian ? Karena ada tipe atasan yang tidak mau memperomosikan anak buahnya, karena takut tak ada yang bisa menggantikannya.  Alhasil, pegawi tersebut justru semakin sulit untuk dipindahkan ke unit kerja lainnya,  apalagi untuk dipromosikan.

Lalu bagaimana mengantisipasinya ? Yaitu sebisa mungkin  dengan cara mendelegasikan pekerjaan kepada bawahan dan  tidak pelit berbagi ilmu. Maksudnya adalah bila kita sebagai pegawai, janganlah mengerjakan semua pekerjaan oleh kita sendiri dan merasa jadi pegawai paling pandai, sehingga menganggap tak ada satupun lainnya  yang bisa menyelesaikan pekerjaannya. Lebih parahnya lagi, pegawai tersebut justru tak mau berbagi pengetahuan atau cara kerja dengan orang lain, dan bangga bila dianggap sebagai manusia super. Padahal dalam bekerja, tak ada itu Superman (manusia super) yang ada adalah Superteam yaitu kelompok kerja yang hebat dalam bekerjasama.

2. Terjebak dengan aktifitas rutin.

Para pegawai staf biasanya punya Job desc tertentu, yang pada praktiknya hanya mengerjakan tugs yang itu itu saja. Karena sudah terbiasa melakukan aktifitas sehari hari yang monoton itu, akhirnya mereka terjebak dalam rutinitas kerja, dan lupa dengan pertambahan usia. Seorang pegawai bahkan selama puluhan tahun berada pada posisi yang sama, dan baru menyadari  bahwa dirinya sudah segera memasuki masa pensiun. Terlambat sudah, hanya gara gara terbentur dengan masalah umur,  maka tak bisa lagi dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi.

3. Malas mempelajari hal hal baru

Sesuatu yang baru, kadang perlu meluangkan waktu untuk mempelajarinya. Disamping itu, juga diperlukan hasrat dan keinginan untuk melakukannya. Sudah sering kita jumpai pada seorang pegawai yang tak mau pusing dengan hal hal baru, bahkan ada yang termasuk golongan anti perubahan. Padahal, dengan mau belajar untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan lain yang tidak biasa dilakukannya, sesungguhny akan menambah kemampuan dan kompetensinya. Semakin luas pengetahuan dan wawasan, maka seorang pegawai tentu akan dinilai lebih, dibandingkan pegawai lainnya.

Bila atasan kita menilai bahwa kita malas mempelajari hal baru bahkan tidak mau mengikuti pelatihan atau pendidikan yang telah disediakan oleh perusahaan atau instansi, maka tingkat kompetensi kita juga tak berkembang, dan sulit bersaing dengan pegawai lainnya yang lebih aktip.

Untuk itu sebelum terlambat, marilah kita sama sama membuka wawasan dan keinginan kita untuk mau tahu hal hal baru lainnya. Tak perlu malu bertanya pada siapapun atau rekan rekan kerja lainnya, meski mereka lebih muda,  yunior bahkan bawahan kita sekalipun. Karena,  bagaimana kita bisa memahami  suatu hal,  bila kita malu untuk bertanya ?  Bisa bisa kita tersesat karena malu bertanya, demikian kata pepatah.

Orang yang bertanya itu belum tentu orang bodoh, karena bisa jadi karena memang ingin mempelajari hal hal baru  yang selama ini belum pernah diketahuinya.

4.  Tidak pernah menetapkan target terhadap karirnya sendiri

Hal ini juga seringkali kita temui, atau bahkan terjadi pada diri kita sendiri, bahwa dalam bekerja, kita  melupakan target jenjang karir untuk kita sendiri. Semakin bertambah umur, maka tentu semakin besar tanggungan kita, apalagi bila sudah menikah dan punya banyak anak. Kita harus menentukan target, misalnya saja pada suatu posisi kita targetkan paling lama 5 tahun,  atau pada usia tertentu, kita harus sudah menjadi pejabat atau  sudah bisa melaju ke jabatan diatasnya. Maksudnya disini adalah agar kita punya rencana yang baik terhadap perjalanan karir kita, dan membuat strategi dalam bekerja, agar tercapai rencana karir kita nanti.

5. Menentukan Strategi dalam bekerja.

Dalam bekerja, memperoleh prestasi terbaik bukanlah segala galanya. Maksudnya adalah, untuk apa kita berprestasi tinggi tinggi pada posisi kita, tapi tak pernah bisa dipromosikan ke jabatan lebih tinggi ?.  Jadi yang terpenting adalah bagaimana caranya agar kita bisa menapak pada posisi lebih tinggi, namun bukan berarti menghalalkan segara cara. Terkait dengan  hal ini,  apa yang musti kita perbuat. Strategi apa yang dapat kita gunakan  ?

a. Selalu menjaga kepuasan atasan

Artinya apapun pekerjaan yang diserahkan kepada kita, harus bisa dipastikan dapat selesai dengan baik sesuai dengan jadwal/waktu  yang ditetapkan. Atasan kita pasti senang bila kita bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan cepat. Tanpa harus menunggu ditanya atau diingatkan, maka kita dengan serius menyelesaikannya sesuai yang diinginkan atasan kita.

Suatu pekerjaan akan lebih baik, bila cepat dilaporkan namun masih ada kesalahan, daripada benar tapi berlama lama kita mengerjakannya, apalagi sudah lama mengerjakannya, banyak salah pula. Tetapi bukan berarti kita bekerja asal cepat atau asal jadi saja, karena justru  atasan kita malah menjadi marah bila kita kerja asal jadi atau asal cepat dan hasilnya tidak karuan.

Maksudnya dalam hal ini adalah sesegera mungkin kita kerjakan semua tugas tugas kita, jangan ditunda tunda.  Kata pepatah “Selesaikan pekerjaaanmu sekarang juga, jangan menunggu sampai besok”. Dengan demikian atasan kita akan mengapresiasi kita dan dengan senang hati menaikkan pangkat atau jabatan kita.

b. Jadilah orang kepercayaan

Bila atasan kita sudah percaya dengan kualitas kita dalam bekerja, maka atasan kita juga tak ragu lagi untuk memberi jabatan lebih tinggi, terutama bila atasan anda yang lebih dulu meningkat jabatannya. Tentu andalah orang yang pertama kali ditarik untuk membantunya pada jabatan yang baru. Biasanya pada kondisi demikian, anda sekaligus dipromosikan.

c. Jangan pernah mengecewakan atasan atau rekan kerja

Hal inilah yang paling membahayakan karir anda, karena bila sekali saja anda melakukan kesalahan bisa jadi selamanya anda tak akan pernah dipercaya. Bila anda seringkali melakukan kesalahan atau mengecewakan banyak orang, sudah pasti karir anda akan terhambat, sebab biasanya seorang pegawai  sebelum dipromosikan, tentu akan diminta pendapat atau referensi dari pegawai atau pejabat lainnya. Nah bila banyak yang menyampaikan hal hal negatip tentang anda, bagaimana anda bisa dipromosikan ?

6. Menjaga hubungan pribadi dan pendekatan  non teknis

Ini berkaitan erat dengan sikap dan perilaku terhadap atasan anda diluar pekerjaan sehari hari. Sebaiknya  sejak awal, anda  sudah melakukan pendekatan hubungan non teknis ini dengan baik, tapi bukan berarti anda sebagai penjilat. Misalnya saja, bila atasan kita sedang sibuk dengan urusan pribadi, jangan segan segan untuk membantunya. Justru pergunakan even itu untuk meningkatkan hubungan pribadi menjadi semakin baik.

Karena sesungguhnya pendekatan non teknis inilah yang menetukan segalanya. Ekstrimnya, biarpun anda melakukan kesalahan seberat apapun, tetapi bila anda punya hubungan non teknis atau  secara pribadi sangat dekat dengan boss anda, maka  pasti atasan anda akan membela dan menyelamatkan anda, minimal anda tidak akan ditelantarkan.

7. Selalu berdoa dan memohon PerlindunganNya

Ini adalah kunci keberhasilan anda dalam bekerja. Karena segala apa yang terjadi didunia ini adalah atas Izin Nya. Demikian juga dengan perjalanan karir anda, hanya atas kehendakNya, maka  membuat semuanya menjadi  kenyataan. Jangan pernah lupa dalam berdoa dan rutin serta disiplin menjalankan kewajiban beribadah.  Karena kita semua sejatinya hanya bisa berusaha dan semuanya Tuhan yang menentukan.

Demikian semoga memberi manfaat.

Salam

Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 222 x, today 1 x

Baca Juga Yang Ini

Mencari Kerja

Barangkali ada diantara anda yang sedang mencari kerja? Atau ada yang mulai stress karena surat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.