Home / Birokrasi / TKI Menjadi Korban Penyiksaan, Sejauh Mana Tanggung-jawab Pemerintah?

TKI Menjadi Korban Penyiksaan, Sejauh Mana Tanggung-jawab Pemerintah?

TKWTKI Menjadi Korban, Mana Tanggung-jawab Pemerintah?

Sudah sangat sering kita mendengar dan membaca berita tentang TKI yang bekerja di luar negeri telah menjadi korban kekerasan dan penyiksaan fisik oleh majikannya. Dari dulu hingga kini, meski sudah berulangkali terjadi kasus yang sama, apa yang telah dilakukan pemerintah tampaknya tidak banyak memberikan hasil yang memuaskan.

Setiap kali terjadi kasus penganiayaan hingga menimbulkan korban jiwa, pemerintah selalu melemparkan kesalahan kepada pihak perusahaan jasa pengerah tenaga kerja (PJTKI). Pihak PJTKI dianggap paling bertanggung jawab atas terjadinya kasus yang memilukan itu. Bila terus-terusan begini, apakah perlu diambil langkah ekstrim yaitu dengan melarang TKI/TKW bekerja diluar negeri?

Memang itu menjadi hal yang paling sederhana dan mudah saja dilakukan oleh pemerintah. Namun membuat kebijakan semacam itu tentu akan menimbulkan dampak yang serius, juga telah melanggar hak warga negara untuk mendapatkan penghasilan di luar negeri.

Kebijakan untuk melarang pengiriman TKI ke luar negeri bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan. Coba saja  kita bayangkan bila pemerintah benar-benar melarang pengiriman TKI/TKW ke luar negeri, berapa besar potensi penerimaan devisa yang tidak bisa kita manfaatkan. Belum lagi masalah penyediaan lapangan kerja di Indonesia yang masih sangat kurang dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja produktif yang ada. Tentu tingkat pengangguran di dalam negeri akan makin meningkat. Bila tingkat pengangguran meningkat maka juga akan menimbulkan potensi tindak kejahatan/kriminal di tengah masyarakat.

Oleh sebab itu, pemerintah tak perlu membuat kebijakan untuk melarang pengiriman TKW hanya dengan alasan seringnya terjadi kasus penyiksaan yang dilakukan majikan mereka di luar negeri. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan meninjau kembali semua ketentuan dan prosedur dalam rangka pengiriman TKI/TKW keluar negeri.

Terakait dengan masalah penyiksaan TKI/TKW, pemerintah harus segera membuat peraturan yang harus dilaksanakan oleh setiap PJTKI yang mengirimkan TKI/TKW ke luar negeri, untuk melindungi dan mencegah terjadinya korban penganiayaan.

Apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan ini?

Sesungguhnya ada mekanisme yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut :

1. Setiap PJTKI harus membuka kantor cabang di negara dimana mereka menempatkan para TKI/TKW. Fungsinya adalah sebagai pusat informasi dan koordinasi, sehingga apabila terjadi permasalahan menyangkut keselamatan tenaga kerja maka dapat segera di selesaikan.

2. PJTKI wajib menyediakan alat komunikasi seluler (nirkabel) kepada masing-masing calon TKI/TKW yang akan berangkat bekerja ke luar negeri. Alat komunikasi itu bisa berupa Handphone dll yang mana selama bekerja, alat tersebut akan digunakan untuk berkomunikasi dengan petugas di kantor cabang PJTKI di negara yang bersangkutan.

3. Secara periodik, misal dalam jangka waktu 2 mingguan  atau setiap bulan, para TKI/TKW wajib melaporkan melalui alat komunikasinya tersebut perihal kondisi kesehatan dan kenyamanannya dalam bekerja. Apabila pihak TKW/TKI tidak melapor, maka petugas dari PJTKI yang harus berusaha menghubungi TKI/TKW ybs. Bila memang tak bisa dihubungi, maka kewajiban pihak PJTKI untuk langsung datang ke lokasi/tempat kerja dimana TKI/TKW ybs. berada untuk memastikan kesehatan dan keselamatannya.

4. Pemerintah harus membangun Sistem Informasi berbasis internet, sebagai sarana untuk mengetahui data dan informasi secara akurat perihal nama TKI/TKW dan alamat di negara mana mereka ttelah ditempatkan dan siapa nama majikan atau pemberi kerja. Melalui Sistem Infrmasi ini, PJTKI harus menyampaikan laporan tentang keberadaan TKI/TKW yang ditempatkan diluar negeri tersebut untuk memastikan bahwa mereka dalam keadaan sehat dan nyaman dalam bekerja. Dengan demikian apabila terjadi kasus kekerasan atau penganiayaan terhadap TKI/TKW dapat segera diketahui, dan dapat mencegah timbulnya banyak korban.

Demikianlah, semoga bisa menjadi sumbangan pemikiran yang bermanfaat.

.oOo.

@donibastian.com – Jakarta, 08/03/2015Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 350 x, today 1 x

Baca Juga Yang Ini

Bos Saya Akhirnya Masuk Penjara

Apakah anda seorang bos yang punya anak buah ?  Bila ya, maka anda tentu punya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.