Home / Korporasi / PLN Corporate University, Mau Dibawa Kemana ?

PLN Corporate University, Mau Dibawa Kemana ?

OPINI | 14 November 2012 | 12:22 Sekarang ini ada sebuah trend baru yang konon kabarnya dilaunching untuk meningkatkan ‘gengsi’ dari sebuah perusahaan, Corporate University.

Corporate University (CU) pertama kali diimplementasikan di Amerika Serikat pada sekitar tahun 90′an, yang mana ini merupakan perwujudan visi perusahaan yang sadar akan arti pentingnya personalia sebagai  aset utama  perusahaan yang tentu saja diaharapkan dengan meningkatnya kualitas SDM, maka perusahaan juga akan lebih efektip mencapai tujuannya.

Apakah setiap perusahaan bisa mengimplementasikan CU ? Bisa saja asal, perusahaan tsb. bisa memenuhi beberapa syarat, antara lain :

  1. Proaktif memencari penyelesaian masalah melalui solusi pembelajaran.
  2. Mendukung kebutuhan pembelajaran perusahaan dan peningkatan kompetensi pegawai
  3. Sasaran pembelajaran juga meleibatkan pihak ketiga, termasuk pelanggan, pemasok dan masyarakat luas melalui program orientasi, induksi, pelatihan, pengembangan dan pendidikan
  4. Fasilitas pembelajarannya telah terkoneksi secara fisik dan virtual melalui Learning Management System (LMS) dan Knowledge Management System (KMS) yang terintegrasi
  5. Terjalinnya kemitraan dengan Universitas atau Institusi Pendidikan untuk pengembangan individu pegawai
  6. Terbangunnya “brand” yang meyakinkan pegawai dan pelanggan
  7. Menjadi tempat diturunkannya pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada generasi berikutnya melalui program “Leader As Teacher (LAT) & Retired Faculty”
  8. Menjadi tempat menginternalisasi budaya dan tata nilai organisasi
  9. Terintegrasi dan saling terkait dengan inisiatif SDM
  10. Pengelolaan pembelajarannya dilaksanakan oleh para profesional yang ahli di bidang learning (Learning Technologist)

Bisa dibayangkan, untuk memenuhi syarat tsb. tidaklah sederhana, artinya memerlukan proses dan sistem yang telah berjalan dengan baik, dan tentu saja biaya yang besar.

Pada tahun 2001 di seluruh dunia sedikitnya terdapat 2.000 perusahaan (sebagian besar perusahaan di Amerika Serikat) telah mengimplementasikan konsep CU antara lain Motorola (pelopor Six Sigma), Walt Disney, Boeing, Intel University, Sun U (milik Sun Microsystems), dan Apple University. Yang terbaik adalah milik Mc Donald’s Corporation di Chicago yang terkenal dengan Humberger University-nya.

Sedangkan di Indonesia ada beberapa perusahaan yaitu Astra , Garuda Food, Bank Danamon, Allianz Indonesia dan yang terakhir dan sedang berlangsung Launchingnya saat artikel ini ditulis adalah PLN Corporate University.

Sejujurnya, Launching PLN CU, agak mengganggu benak saya. mengapa ?

Kita semua tahu, PLN memang BUMN besar, dan sangat bisa mengimplementasikan konsep CU. Tapi nanti dulu, saya ‘menangkap’ ada yang ‘kurang pas’ disini. Bila kita lihat perusahaan perusahaan besar yang telah mempunyai CU diatas, seluruhnya adalah perusahaan yang memang berada dalam tingkat persaingan sempurna, tentu saja konsep CU diperlukan dalam rangka untuk memenangkan persaingan bisnisnya.

Lalu bagaimana dengan PLN ? Bukankah PLN adalah perusahaan monopoli yang notabene dalam menjalankan bisnisnya, sama sekali tidak pernah mengalami persaingan dalam industri sejenis ?

Bila PLN menyadari bahwa dirinya adalah ‘penjual listrik’ satu satunya di negeri ini, kenapa musti berlebih lebihan dalam ‘memproklamirkan’ dirinya sebagai perusahaan profesional ? Mana ada perusahaan monopoli yang merugi ? Bila ada, tentu itu adalah kesalahan mengurus perusahaan (Mismanagement).

PLN adalah perusahaan milik negara yang costumer utamanya adalah masyarakat, yang sebagian besar adalah kalangan menengah bawah. Masyarakat tidak akan peduli dengan konsep Corporate University. Yang mereka harapkan hanyalah pelayanan yang baik dan tarip listrik yang ‘reasonable’.

Saya bukannya ingin menghalangi niat perusahaan untuk meningkatkan profesionalisme, tapi cobalah untuk lebih bijak dalam menggunakan anggaran. Untuk apa membuang buang biaya besar hanya sekedar membuat konsep yang tidak ‘membumi’ ?

Lebih baik berkonsentrasi terhadap peningkatan mutu pelayanan, dan efisiensi dalam pengadaan barang juga biaya operasional, sehingga mampu memberikan tarip listrik yang tidak membebani masyarakat.

Apakah dengan Launching PLN CU, kita semua harus bila “WOW” gitu ?!

Salam

Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 428 x, today 1 x

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.