Press "Enter" to skip to content

Cerita Hebbie Naik Bus Berhantu dari Bekasi ke Bandung

Hebbie Agus Kurnia melalui akum di Blog Medium menceritakan pengalaman misterius, saat berada di dalam perjalanan dari Bekasi menuju ke Bandung dengan menggunakan kendaraan Bus berhantu.

Berikut ini kisahnya :

Pada suatu sore tepatnya hari Kamis, 20 Juni 2019 Hebbie berangkat ke Bandung untuk pulang menengok keluarganya. Tak seperti biasa Hebbie membawa mobil pribadi jika pulang ke Bandung, tapi kali ini Hebbies lagi malas menyetir sendiri.

Selain karena kangen dengan istri dan anaknya yang masih kecil, disaat yang sama dia juga  sedang mengalami banyak masalah bisnis yang membebani pikirannya, maka Hebbie memutuskan pulang dengan naik bus saja.

Pintu gerbang toll dimana kisah ini dimulai

Hebbie tidak berangkat dari terminal, dengan alasan karena biasanya bus ngetem cukup lama. Karena itu dia memilih menunggu bus eksekutif yang sedang lewat.

Setelah menunggu di pinggir jalan lebih dari sejam, bus eksekutif yang ditunggunya itu tak muncul-muncul juga. Karena tak sabar lagi maka dia putuskan untuk naik bus apa saja yang lewat agar bisa cepat sampai ke Bandung.

Tiba-tiba muncul sebuah bus ekonomi, tanpa pikir panjang Hebbie segera naik bus yang sepintas penampilannya seperti bus tua. Karena kesal menunggu bus eksekutif tak datang-datang juga, maka Hebbie dengan sedikit memaksakan diri naik bus tua itu

Awalnya semua dalam keadaan wajar.

SEMUANYA NORMAL. IYA! SEMUANYA NORMAL DIAWAL!!!!, kata Hebbie

Bahkan sang kondektur  juga sempat teriak, “Bandung Bandung Bandung….”  Hebbie sepintas melihat para penumpang cukup banyak dan wajar-wajar saja. Karena hari masih agak sore, jadi hebbie merasa tak ada yang aneh. Semuanya normal, tapi Hebbie tak terlalu fokus pada orang per orang yang ada di dalam bus itu, karena dalam benaknya juga lagi berkecamuk banyak pikiran.

Seperti diketahui, kondisi jalan Tol Jakarta-Cikampek sekarang ini masih banyak berlangsung pembangunan di kanan kiri jalan. Bus berjalan perlahan, karena dan kondisi jalan yang  macet.

“Halah mending gue tidur beginian.” pikir Hebbie sambil memasang headsetnya.

Sementara itu dalam hatinya bertanya,”Tumben-tumbenan, bus ini engga ngangkut yang lain. Atau engga ngetem. Cuma ngangkut gue, abis itu jalan.”  Logikanya mungkin karena bus sudah penuh,  jadi langsung jalan tanpa mengambil penumpang lagi.

Ilustrasi kondisi jalan tol yang macet

Sebelum tidur, Hebie juga sudah mengantisipasi jika nanti kondektur akan menagih ongkos, pasti dia akan dibangunkan. Tapi ternyata selama dalam perjalanan itu, sang kondektur tak pernah membangunkannya apalagi menagih ongkos.

Semua dalam kondisi yang normal dan wajar, sehingga Hebbie pun tak lama kemudian tertidur di bus itu.

KEANEHAN MULAI TERJADI.

Hebbie mulai tertidur kira-kira dari KM 30an lewat Cikarut, hingga keluar di Cikampek. Dia juga tidak tau jika bus ekonomi itu memutar dulu ke Purwakarta lalu menuju ke Bandung. Tapi biasanya, dalam waktu tempuh 1,5 jam seharusnya sudah masuk wilayah Purwakarta. Jika bus berangkat sekitar jam 17.00, maka logikanya jam 18.30 sudah memasuki Purwakarta. Ternyata, Hebbie baru sampai  di Purwakarta jam 8 malam.

“Mungkin karena kondisi jalan yang macet”, pikir Hebbie kala itu, sebab dia tertidur jadi tak tau kondisi jalan.

Saat bus memasuki wilayah Cikampek. Darisana, biasanya banyak penumpang yang naik atau turun. Tapi ternyata bus sama sekali tak menurunkan atau menaikkan penumpang.Kalaupun ada penumpang yang turun, tentu tak banyak.  Disana yang ada wilayah industri/pabrik. Dan yang dia lihat sepintas pada para penumpang, tak ada satupun yang memakai seragam karyawan pabrik. Tapi banyak juga yang memakai kemeja berwarna seperti batik, dan kaos oblong. Bahkan Hebbie melihat ada ada yang masih membawa bungkusan ayam.

‘Itu pemandangan jadul banget’, pikir Hebbie.

TERCIUM BAU ANYIR

Selama perjalanan Hebbie sempat menulis status melalui akun Instagramnya mengenai apa yang sedang dialaminya. Status Hebbie di IG yang ini, diakuinya sangat hiperbolis alias lebay (berlebihan). Mungkin karena dia sudah merasa gemeteran berada di bus itu. Berukut ini screenshoot statusnya di Instagram.

Menurut Hebbie, ekspresi dan raut muka beberapa penumpang kemudian berubah. Ketika lampu dalam bus dinyalakan, Hebbie melihat wajah-wajah penumpang pada tegang dan pucat. Duduknya bener-bener tegap, tapi mukanya pucat pasi. Lebih menegangkan lagi ketika lampu dalam bus sebentar padam, sebentar kemudian menyala lagi.

Keadaan selanjutnya semakin aneh. Para penumpang semuanya diam dan ketika memasuki KM 90an hebbie mencium bau anyir, seperti bau darah. Menakutkan sekali..

Hebbie kemudian mulai merasa ada yang tidak beres dengan kondisinya kala itu. Dalam kegelisahan itu, Hebbie berpikir berkali-kali untuk mencoba menegur atau sekadar menyapa penumpang yang berada di kursi seberang.

Akhirnya, Hebbie kemudian memberanikan diri berbicara dengan penumpang di sebelahnya

“A… ini udah sampe Km berapa a?” sapa Hebbie

Tapi penumpang itu diam saja..

“A..?” Hebbie mengulang lagi..

Penumpang itu masih tetap diam. Hebbie merasa dicuekin (dikacangin)

“Gawat  nih.. “kata Hebbie di dalam hati

Kebetulan lampu masih menyala dan diapun kembali merasa aneh, kenapa wajah para penumpang begitu  tegang dan semuanya tampak pucat.

Hebbie setengah tak percaya, lalu memastikan apakah dia sedang bermimpi dengan mencubut tangannya. Terasa sakit, berarti dia tidak sedang bermimpi..

“WADAAAAWWWWWWWW… GIMANA INI….”Pikir Hebbie dalam keadaan makin ketakutan sendiri meski di dalam bus itu seperti banyak penumpang.

Alasan Hebbie melaporkan kondisinya seperti sedang melakukan ‘live report’ dengan niat niat:

“KALO GUE KENAPA-NAPA, LO SEMUA SEENGGANYA TAU GUE LAGI DI BUS… NANTI KALO KELUARGA GUE NGELACAK ATAU SEMACEMNYA, KAN ENAK SEENGGANYA TAU DI BUS. BIAR BIKIN LAPORAN ATAU APA, ADA BUKTI DIGITAL. BUKAN BIKIN HEBOH, MALIIIIIH!!!

Itulah alasan Hebbie, mengapa dia menulis status pada IG nya.

Sesaat kemudian Bus memasuki tanjakan jalan tol. Hebbi makin merasa aneh.

“Gue deg-degan setengah mati. Ini bakal gimana, gue bakal dibawa kemana.”kata Hebbie di dalam hati.

Di dalam bus, Hebbie beusaha menjaga hatinya. Yang terpikir dalam dirinya kemudian adalah  istighfar, mengaku salah dan merasa berdosa kepada keluarga, istri, dan siapapun. Hebbie merasa jika itu adalah hari terakhirnya, maka dia bisa tenang.

Akhirnya, Hebbie teringat istri dan mencoba menghubungi. Berikut ini screenshoot chat dengan istrinya pada hari Kamis , dimulai dari jam 21.31 WIB.

Akhirnya sampailah Hebbie di terminal Bandung. Karena merasa belum membayar ongkos, maka Hebbie berniat akan membayar sekalian saat turun dari bus.

Ketika Hebbie bilang, “Pak… kiri pak…”, kemudian sopir bus memberi tanda lampu sen ke kiri. Yang akan turun ternyata hanya  Hebbie. Padahal bus akan memasuki gerbang terminal, namun tak satupun penumpang yang tampak bersiap-siap untuk turun.

“OH MUNGKIN PADA MAU TURUN DI DALEM… MUNGKIN….“Pikir Hebbie

Sambil berjalan menuju ke pintu keluar, Hebbie bilang, “Pak punten saya tadi belum bayar…”

Kondektur bus membalas dengan nada datar,“Mangga a.. turun aja ga papa..”

Hebie makin bingung, kok ada kondektur gak mau menerima pembayaran ongkos dari penumpang?

Begitu turun dari bus, kaki Hebbie gemeteran…. Percaya engga percaya. Hebbie merasakan kepalanya pusing. Untuk meyakinkan dia mengecek dompet dan memang semua surat-surat dan uangnya di dalam  dompet tetap utuh uang. Hebbie dalam perjalanan Bekasi Bandung benar-benar gratis

Tapi, kemudian Hebbie merasakan sakit pada beberapa bagian tubunnya.

“Pas gue turun yang gue rasain adalah rasa gatel yang parah banget di tangan kanan, kiri, sama di daerah pinggang. Ditambah lagi leher.” Kata Hebbie

Namun Hebbie masih beruntung, bisa selamat sampai bertemu dengan keluarganya.

Kisah selengkapnya bisa dibaca pada blog miliknya sbb :

https://medium.com/no-drama/mudah-mudahan-ini-yang-terakhir

(Visited 316 times, 1 visits today)

Comments are closed.