Home / Hidup dan Kehidupan / Infotainment, Masih Layakkah Ditonton?

Infotainment, Masih Layakkah Ditonton?

HL | 25 December 2012 | 23:46 

Infotainment adalah sebuah film atau suatu acara di televisi yang mengulas tentang fakta seputar kejadian atau seseorang. Tentu saja yang dibicarakan dalam acara tersebut adalah orang orang terkenal atau public figur, seperti artis, selebritis, tokoh masyarakat, agama sampai ke pejabat pemerintahan. Lalu apa yang perlu dipermasalahkan ? Bukankah wajar saja bila ada seorang yang terkenal menjadi bahan pembicaraan atau menjadi topik pemberitaan ? Konon kabarnya, acara Infotainment ini mampu mendongkrak rating pemirsa pada suatu stasiun televisi swasta, sehingga tak heran bila acara tersebut dipakai sebagai menu acara utama. Apa yang sebenarnya membuat acara ini sungguh menarik minat para pemirsa televisi untuk menyaksikannya ? Apakah karena yang diberitakan semata mata adalah seorang figur orang terkenal ? Tentu saja tidak demikian. Sebab bila memang pemirsa tertarik untuk mengikuti perkembangan informasi terkait dengan orang orang terkenal, maka tentu saja bisa menyimak acara televisi lainnya yang memang murni acara berita atau reportase. Tapi mengapa acara Infotainment yang lebih banyak digemari ?Jadi, memang kenyataannya,  acara Infotainment lah  yang lebih banyak menyedot perhatian penonton televisi. Seperti kita ketahui, berbagai televisi swasta di negeri ini, telah menyajikan secara rutin  acara infotaintment yang hampir sebagian besar meliput perkembangan informasi seputar artis dan selebritis.

Apa saja yang diliput dalam acara itu  ?  Namanya saja artis dan selebritis, apa saja yang diperbuatnya selalu bisa di komersialkan melalui acara ini. Mulai dari aktivitas sehari hari, jadwal pertunjukan atau konser,  biografi, hobi, pakaian, mobil, rumah dan lain lain, semuanya bisa dijadikan bahan pemberitaan.  Asal dikemas dengan baik, tentulah jadi acara yang menarik.

Tapi nampaknya tidak berhenti sampai situ saja, sebab makin jauh,  apa yang diberitakan mulai mengarah ke persoalan pribadi yang tentu saja menjadi hak privasi individu, dan tidak etis bila hal tersebut dipergunjingkan. Tapi kenyataannya, justru hal hal yang menyangkut kehidupan pribadi tokoh, malah jadi buruan para pencari berita untuk keperluan tayangan infotainment, sebab perkembangan beritanya malahan yang selalu ditunggu tunggu oleh para penonton setia acara itu.

Contohnya saja, permasalahan seputar retaknya hubungan rumah tangga, KDRT, perselingkuhan, pelecehan seksual, pengeroyokan, hutang piutang, penipuan dan segala macam aib  dan kejelekan lainnya, justru  diangkat menjadi Headline. Bila ceritanya makin menjurus ke masalah hukum baik perdata maupun pidana, maka makin santer di’blow up’ dalam acara tersebut.

Disini saya melihat sudah mulai ada pergeseran nilai nilai budaya kita, yang seharusnya kita  menjauhi semua  yang pada intinya hanya membicarakan aib orang lain. Tidaklah pantas, bila sebuah kejelekan seseorang dibawa ke ranah hiburan, dan itu sama saja dengan menebar berita dari sisi keburukannya saja. Bahkan dalam acara tersebut biar menjadi ‘hot’ di mintakan komentar dari berbagai kalangan termasuk para ahli dan profesional yang berkompeten. Konyolnya lagi, justru orang yang dijadikan obyek pemberitaan, yang seharusnya menghindari menjawab pertanyaan yang menyinggung hak privasinya, malah makin bersemangat dan berapi-api menjawab, seakan akan menjadi alternatip pembelaan diri dan pembenaran terhadap sebuah peristiwa.

Nah, bila fenomena seperti diatas telah terjadi, maka sekarang ini semakin sulit menentukan siapa sebenarnya ‘biang keladi’ dari ‘booming’nya acara infortainment di semua stasiun televisi swasta tersebut. Semua pihak, baik dari sisi pengelola acara, manajemen televisi, para tokoh yang menjadi obyek pemberitaan, para komentator dan semua yang terlibat dalam pembuatan acara tersebut sampai ditayangkannya acara, juga termasuk para penonton, tak ada satupun yang mau ‘mengalah’. Maksud saya ‘mengalah’ disini adalah bersedia untuk berhenti menayangkan acara yang hanya mengumbar aib seseorang, atau berhenti menonton, bagi para pemirsa di rumah.

Apakah ini dampak dari arus globalisasi dan keterbukaan yang kebablasan, sampai sampai menggerus hak privasi seseorang,  yang kemudian secara sistematis dijadikan bahan pemberitaan yang dikonsumsi publik ? Bila memang ini harus terjadi, lalu kemanakah nilai nilai luhur bangsa kita yang dulu mungkin pernah ada, yaitu  agar kita selalu menjaga kehormatan, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, yaitu dengan tidak membicarakan aib atau kejelekan orang lain ? Disisi lain, didalam ajaran agama manapun, mempergunjingkan aib orang lain adalah perbuatan dosa, yang tidak dibenarkan dilakukan oleh siapapun juga.

Lalu bagaimana masing masing dari kita menyikapinya ? Masih adakah lembaga atau wakil wakil masyarakat yang masih punya nurani untuk membenahi permasalahan ini ?

Bila ini dibiarkan terjadi secara terus menerus tanpa terkendali, mau jadi apa negeri kita nanti ?

Salam

Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 96 x, today 1 x

Baca Juga Yang Ini

Kemenlu Salah Pasang Gambar?

Gambar diatas adalah suasana ketikaMenteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi memberikan kata sambutan dalam …

Satu Komen

  1. Republik Mimpi

    test

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.