Home / Nasional / Harga BBM Sama di Semua Daerah adalah Kebijakan yang Keliru

Harga BBM Sama di Semua Daerah adalah Kebijakan yang Keliru

harga bbm

Bukan berarti saya anti pemerataan pembangunan juga bukan berarti saya tidak mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial, tapi menetapkan harga yang sama untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah keliru. Mengapa saya berpendapat demikian?

Sebagaimana diketahui, pemerintah punya hak dan wewenang dalam menentukan besarnya subsidi terhadap harga2 kebutuhan pokok masyarakat termasuk BBM. Namun demikian bukan berarti semua harga-harga komoditi harus disamakan. Prinsip pemerataan pembangunan bukanlah diwujudkan dengan persamaan harga barang kebutuhan pokok, tapi yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga dengan demikian seluruh rakyat merasakan keadilan yang sesungguhnya.

Terkait dengan penyeragaman harga BBM di daerah, menurut saya ini adalah pemborosan keuangan negara dan di sisi lain memaksakan kepada pihak PERTAMINA untuk merugi triliunan rupiah per tahun, hanya demi memenuhi ambisi dari pihak pemerintah melalui kebijakan persamaan harga BBM di daerah.

PERTAMINA adalah sebuah badan usaha milik negara, yang mana tentu berhak mengelola usahanya agar dapat mendatangkan keuntungan bagi negara. Oleh sebab itu jangan  dipaksa-paksa untuk memenuhi permintaan pemerintah demi mewujudkan azaz pemerataan pembangunan namun dengan cara yang keliru. Justru yang menjadi fokus perhatian pemerintah adalah bagaimana memastikan tingkat efisiensi penyediaan dan distribusi BBM ke seluruh daerah dapat dilakukan secara optimal.

Maksudnya ‘optimal’, bukan dengan pendekatan persamaan harga, namun lebih di pertimbangkan ‘cost and benefit’ nya. Bolehlah PERTAMINA merugi, tapi jangan dipaksakan sampai berdarah-darah. Atau dengan kalimat sederhana adalah harga BBM di daerah lebih tinggi dari harga di pulau Jawa, itu adalah hal yang wajar saja.

Mengapa wajar?

Sebab tentu dalam proses distribusi akan terkendala jarak dan kondisi infrastruktur di masing2 daerah yang menyebabkan tingginya biaya operasional. Dengan adanya perbedaan biaya operasional maka sebagai konsekwensinya adalah perbedaan harga di daerah.

Disisi lain, dengan adanya persamaan harga BBM di daerah, sebagai contoh ekstrim adalah harga BBM di Papua yang dibuat sama dengan harga di pulau Jawa, siapa yang diuntungkan?

BBM hanya diperlukan bagi masyarakat yang punya kendaraan bukan? Sedangkan sebagian besar penduduk Papua tidak memiliki kendaraan sendiri. Jangankan kendaraan, untuk sekadar kebutuhan fisik seperti makan dan  pakaian saja, masih belum dapat terpenuhi dengan baik.

Jadi siapa yang menikmatinya? Ya tentu para pejabat dan orang-orang kaya disana. Itu sangat logis bukan? Mungkin ada yang menyanggah, bahwa transportasi umum memerlukan juga memerlukan BBM, yang mana penumpangnya taruhlah adalah warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Tapi coba diperhitungkan lagi antara manfaat dan biayanya, apakah masih di dalam batas kewajaran.

Maksud saya, berapa jumlah pengeluaran pemerintah melalui subsidi dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh masyarakat terkait harga BBM yang super murah itu? Apakah benar2 dapat menurunkan harga2 lainnya secara signifikan? Itulah yang perlu dikaji lebih lanjut.

Pemerintah seharusnya menurunkan tim independen untuk mengkaji efektifitas dari kebijakan persamaan harga BBM di daerah sebagai perwujudan pemerataan pembangunan nasional khususnya di daerah.

Jika kebijakan persamaan harga BBM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap turunnya harga2 barang kebutuhan pokok, lalu untuk apa pemerintah menggelontorkan triliunan rupiah dalam bentuk subsidi BBM? Bukankah ini malah menambah persoalan pelik, baik di dalam tubuh PERTAMINA sendiri, maupun dalam pemerintahan terkait pengelolaan anggaran di dalam APBN ?

Marilah kita sama2 berpikir lebih dalam menyikapi suatu persoalan. Jangan hanya dilihat dari sisi luarnya saja, yang mana seakan-akan negeri ini telah merata pembangunannya dengan persamaan harga sebagai ukurannya.

Ini hanyalah sakadar kebijakan yang salah kaprah menurut saya.

#donibastian

Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 54 x, today 1 x

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.