isi Halaman
Home / Opini / Mengapa Orang Bisa Jadi Teroris?

Mengapa Orang Bisa Jadi Teroris?

Teroris adalah orang yang melakukan teror. Perbuatan teroris memang sangat meresahkan masyarakat dan mengancam keselamatan siapapun tanpa pandang bulu. Jelas perilaku ini sama sekali tak bisa dibenarkan.

Bagi orang normal, tentu sangat mengecam aksi teror yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan agama tertentu. Dengan demikian pertanyaannya adalah “Apakah para teroris itu terdiri dari orang-orang yang tidak normal?”

Normal atau tidak normal itu tergantung dari sudut mana cara memandangnya. Cara pandang setiap orang terhadap perilaku teroris ini juga beragam. Ada yang menganggapnya perbuatan bodoh, jahat dan keji, tapi disisi lain justru mereka telah mengambil jalan yang benar sesuai pertimbangan mereka sendiri.

Terlepas dari apapun persepsi orang terhadap perilaku teroris ini, disini saya hanya ingin membahas, mengapa orang bisa berperilaku seperti itu.

Semua orang bersikap dan berperilaku atas dasar pikirannya. Jika anda berpikir itu adalah sesuatu yang baik, maka anda akan melakukannya. Sebaliknya jika itu buruk, maka andapun juga tak akan mengerjakannya. Masalahnya adalah apa yang baik dan yang buruk, hanyalah persepsi, bukan suatu kebenaran mutlak. Jangankan baik dan buruk, bahkan benar dan salahpun juga terkadang masih diperdebatkan. Beginilah kondisi di dunia ini. Kebenaran yang sejati hanya akan ditemui di akhirat nanti.

Jika memang perbuatan manusia itu dikendalikan oleh pikirannya, maka berarti sumber masalanya ada pada pemikiran seseorang. Pikiran seseorang itu bisa saja dipengaruhi dengan berbagai cara. Bisa dengan cara sukarela atau dengan paksaan.

Sebagai contoh jika anda orang (salesman) yang menawarkan suatu produk agar anda membelinya, maka dia akan melakukan sesuatu agar anda bersedia memenuhi keinginanya yaitu membeli produk yang ditawarkannya. Ada juga cara yang lebih kasar dan jahat, yaitu dengan mengintimidasi atau memaksa anda untuk membeli.

Tapi ada cara lain yang digunakan yang membuat anda tak menyadari bahwa apa yang anda perbuat itu sesungguhnya keliru. Inilah yang terjadi pada diri seorang teroris.

Semua teroris dulunya bukanlah teroris. Biasanya ada sekelompok orang yang memang mencari target untuk dijadikan pelaku teror atau yang biasa dikenal dengan istilah ‘pengantin’.

Calon pengantin ini sebelumnya adalah orang yang normal-normal saja, dan bahkan sama sekali tak punya keberanian apalagi untuk melakukan bunuh diri. Namun apa yang dilakukan sekelompok orang tersebut adalah memasukkan pandangan tertentu melalui keyakinan dalam agamanya.

Prinsipnya adalah, jika seseorang sudah yakin 100 % bahwa suatu perbuatan itu baik bagi dirinya, maka tak perlu pikir panjang lagi, termasuk untuk melakukan bunuh diri. Mereka beranggapan bahwa mati di jalan yang benar adalah suatu kemuliaan di hadapan Tuhan. Itu menurut pandangan mereka sendiri dan tentu saja bagi orang yang bukan anggota kelompok mereka, tak akan pernah mau mengikutinya.

Oleh sebab itu, aksi teror ini sangat membahayakan jika tak segera dibabat habis sampai ke akar-akarnya. Sebab dalang dalam aksi teror itu bukanlah pelaku bom bunuh diri, tapi orang-orang yang mengajarkan pandangan keliru melalui radikalisme dalam keyakinan beragama.

Semoga Tuhan menyelamatkan bangsa dan negara ini..

#donibastianHosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 87 x, today 1 x

Baca Juga Yang Ini

pulau kucing

Kapan Pemda DKI Membangun Pulau Kucing sebagai Tujuan Wisata di Jakarta?

Pulau Kucing sebagai alternatif solusi pemecahan masalah kucing liar di DKI.  Bila kita perhatikan disepanjang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.