Habib dan SatPol PP Berantem di Jalanan, Siapa Yang Layak Dibela?

habib dan satpol pp

Kemarin sore, ada lagi sebuah video yang viral di media sosial. Kali ini sebagai pelakuknya ada seorang pemuka agama dan aparat Satpol PP.

Sebagaimana dituturkan oleh Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Candra, kisah ini terjadi pada hari Rabu (21/5) sore, ketika sebuah mobil sedan dengan nomor polisi N 1 B yang ditumpangi oleh Habib Umar Assegaf hendak memasuki Kota Surabaya. Tapi sesampainya di lokasi  check point Exit Tol Satelit, petugas yang sedang berjaga menghentikan mobil tersebut karena mengangkut terlalu banyak penumpang.

Menurut Teddy, hal  tersebut telah melanggar aturan PSBB, yang mana menyebutkan bahwa di dalam kendaraan hanya boleh berisi setengah dari kapasitas normal. Selain itu, diantara penumpang mobil tersebut ada yang tidak memakai masker.

“Jadi kalau jenis sedan seperti itu harusnya maksimal 3 orang, 1 sopir depan, dua penumpang di belakang. Sedangkan kondisi di mobil saat itu full 5 orang,” kata Teddy saat dihubungi, Kamis (21/5).

Petugas kemudian meminta mobil berputar-balik, atau tidak boleh memasuki wilayah Kota Surabaya.  Seketika itu juga, salah satu penumpang yang dikenal sebagai Habib Umar itu kemudian berteriak dam dan menolak arahan petugas.

Didalam video yang sempat beredar di media sosial, Habib Umar terlihat berbicara keras dengan petugas kepolisian dan Satpol PP di lokasi tersebut. Dia memprotes petugas, mengapa tidak boleh masuk ke Kota Surabaya.

Hingga kemudian yang terjadi sungguh diluar dugaan. Keduannua kemudiam saling dorong dan pukul antara Habib Umar dengan seseorang berseragam dinas Satpol PP.  Sementara petugas lain yang ada di lokasi berusaha memisahkan mereka. Habib Umar tetap tidak boleh masuk Kota Surabaya.


Siapa mereka?

Di dalam tayangan video tersebut. seorang laki-laki berjubah putih tersebut adalah Habib Umar Abdullah Assegaf,  seorang pemuka agama yang cukup masyur di Jawa Timur. Ia adalah pengasuh Majelis Maulid Watta’lim Roudhotussalaf, Bangil, Pasuruan.  Sedangkan lawannya adalah anggota SatPol PP Surabaya yang bernama Asmadi.

Siapa yang pantas dibela?

Terlepas dari apapun persoalannya, sungguh tidak pantas jika mereka melakukan perbuatan yang tidak terpuji tersebut apalagi dilakukan dijalanan, bahkan videonya telah beredar luas di media sosial.  Jika dipandang dari sisi agama,  seseorang  yang menyandang gelar ‘Habib’ yang notabene adalah sebagai keturunan Rasulullah, apa yang diperbuatnya tersebut sungguh sangat memalukan dan tidak pantas dilakukan oleh seorang ulama yang memiliki jamaah puluhan ribu. Apalagi kejadian ini berlangsung di bulan suci Ramadhan.

Sebagai seorang ulama dan secara usia juga sudah cukup berumur, maka sudah semestinya mampu mengendalikan emosi dalam menghadapi semua persoalan dan berusaha menghindari segala bentuk perdebatan apalagi keributan fisik di jalanan.

Demikian juga dengan perilaku Asmadi, sebagai aparat SatPol PP yang bertugas, meskipun sedang menegakkan aturan, namun sikapnya yang keras kepada seorang yang lebih tua, apalagi pemuka agama sungguh tidak terpuji dan tak boleh dilakukan. Aparat pemarintah sudah semestinya mengayomi, melindungi rakyatnya  dan memberi pembinaan  dan pengarahan dengan santun. Perlakuan kasar kepada seorang Habib tentu sama sekali tak bisa dibenarkan meskipun dengan dalih menegakkan peraturan.

Oleh sebab itu, menurut penilaian saya secara pribadi, apa yang dilakukan oleh kedua orang tersebut tak bisa dibenarkan.dan tak ada yang perlu dibela terlepas apapun masalah yang diperdebatkan.

Negeri ini butuh para pemuka agama yang mumpuni, cinta damai dan menghindari segala bentuk kekerasan dan keributan. Disamping itu, aparat pemerintah juga harus bisa bersikap baik dan santun kepada setiap warga dan tak boleh bersikap kasar dan arogan meski sedang bertugas menegakkan peraturan sekalipun.

Demikianlah semoga kasus ini bisa dipetik hikmah dan sebagai pelajaran berharga bagi kita semua..

#donibastian

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *