Home / Peduli Negeri / Pantaskah Bendera Digunakan Sebagai Bahan Lelucon?

Pantaskah Bendera Digunakan Sebagai Bahan Lelucon?

Beberapa hari belakangan ini, saya telah menemukan beberapa status di media sosial Facebook yang memasang gambar bendera Amerika, sebagai bahan bercandaan. Mungkin yang punya ide membuat gambar tersebut hanya bermaksud untuk sekadar iseng atau membuat lelucon dengan rekan-rekan dilingkungan pertemanannya.

Namun demikian, rasanya agak kurang pas juga. Bukan berarti saya tidak suka humor atau karikatur yang sifatnya sebagai humor atau sekadar kritik atau sindiran terhadap suatu isu atau persoalan tertentu, tapi bila sudah mengkaitkan atau membawa-bawa atribut atau simbol negara, maka hal ini dapat berdampak serius.

Berikut ini saya tampilkan beberapa gambar yang sempat dipublikasikan melalui Facebook :

bendera amerika3bendera sensor

Sebagaimana kita ketahui bersama, bendera adalah sebuah simbol suatu negara, dan sudah barang tentu sangat dihormati dan dibanggakan oleh seluruh rakyat di negara tersebut.

Seperti kita sebagai bangsa Indonesia juga sangat menghormati bendera Merah Putih sebagai simbol negara. Bendera merah putih adalah simbol keberadaan negara kita. Siapapun tak boleh melecehkan bendera kita. Bendera sebagai simbul negara juga telah dilindungi undang-undang. Bagi siapapun yang melanggar undang-undang terkait bendera sebagai simbul negara, maka dia harus berhadapan dengan hukum yang berlaku

Dengan demikian, bila ada yang sampai menyalahgunakan apalagi menghina bendera kita, maka seluruh rakyat tentu akan melawan dan meredam siapapun yang telah berani memperlakukan bendera kita dengan tidak semestinya.

Demikian pula halnya dengan rakyat di negara asing, yang tentu mereka juga punya bendera masing-masing yang sangat mereka junjung tinggi. Sebagai bangsa yang beradab, kita juga harus bisa menghormati bendera negara asing, sebagaimana mereka juga menghormati bendera kita.

Hal diatas adalah dasar saya berfikir. Oleh sebab itu ketika saya melihat dan membaca adanya meme yang memuat gambar bendera negara lain sebagai bahan lelucon, membuat saya kurang nyaman dan menurut saya gambar itu adalah tidak selayaknya dipublikasikan atau ditampilkan di muka umum melalui media sosial.

Mungkin ada yang berpendapat bahwa itu hanya sekadar lelucon saja, tanpa bermaksud melecehkan bendera negara lain, namun demikian, tidak semua orang punya persepsi yang sama. Apalagi yang melihat atau yang membaca adalah orang yang berwarganegara Amerika. Bisa jadi mereka menganggapnya lain bukan?

Coba saja kita bayangkan, bila bendera kita dipakai sebagai bahan lelucon oleh warga negara asing, tentu kita juga tak bisa menerimanya bukan?

Oleh sebab itu, marilah kita pergunakan media sosial sebagai tempat berbagi informasi yang lebih bermanfaat, tidak hanya sekadar bercanda apalagi dengan mengkait-kaitkan simbul negara lain yang bisa saja berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di antara kedua warga negara masing-masing. Hal yang tampaknya sepele, bukan tidak mungkin akan menimbulkan dampak serius yang mencederai hubungan baik kedua negara.

Mari kita sama-sama menyadari arti pentingnya saling hormat menghormati keberadaan bangsa lain di atas bumi ini. Masih banyak hal-hal lain yang bisa kita gunakan sebagai bahan bercanda atau membuat humor atau lelucon yang benar-benar bisa membuat kita tersenyum atau tertawa, tanpa menimbulkan efek samping yang mungkin bisa berdampak buruk terhadap diri dan bangsa kita sendiri.

Salam.Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 321 x, today 1 x

Baca Juga Yang Ini

Kapal Perang

Beli kapal perang itu kan mahal, pakai uang rakyat. Tapi kenapa hanya dipakai untuk menenggelamkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.