Home / Peduli Negeri / Korupsi / Cara Koruptor Menghilangkan Jejak

Cara Koruptor Menghilangkan Jejak

OPINI | 13 September 2012

Seringkali kita membaca berita mengenai para koruptor yang lihai dalam menjalankan aksinya, sehingga siapapun tak mampu membuktikan kelakuannya. Merekapun bisa melenggang bebas dari jeratan hukum.
Kira kira trik trik apa yang mereka lakukan hingga lolos dari hukuman ?

1. Terima uang tapi tak ada buktinya

Ini yang paling sering dilakukan mereka. Koruptor ketika menerima uang selalu menghindari bukti tanda terima uang. Apalia agi transfer via bank, sangat mereka takuti. Lalu bagaimana cara mereka menerima uang ? Tentu melalui perantara orang lain, bisa saja melalui sekretaris pribadinya, atau bawahannya, bahkan sopir pribadinya. Tapi tetap saja bisa ketahuan bahwa yang dikirimkan adalah uang tunai ? Tidak, uang tunai yang dikirimkan selalu dikemas dalam wadah lain. Bisa saja didalam tas, kardus bekas bungkus durian misalnya, diselipkan diantara makanan atau parcel, atau dibungkus koran atau tas kresek. Pokoknya jangan sampai terlihat itu adalah uang.
Seorang perantara penerima uang, bila ditanya oleh penyidik ‘” Apa benar Saudara menerima kiriman uang untuk pak anu ?”, Tentu jawabannya, ” Tidak tahu pak, yang saya terima adalah tas kerja beliau, atau parcel, atau map, atau kardus durian dll. Saya kan gak berani membuka isinya, takut ada dokumen penting, nanti malah saya kena marah kalau lancang membukanya..”
Nah loh.. Dengan demikian dugaan bahwa yang dikirimkan adalah uang tidak terbukti.
Lalu kalo uang dalam jumlah besar ? yah ganti saja dengan uang kertas yang bernama Dollar. Itu hal yang gampang mensiasatinya.

2. Terima barang yang mudah diuangkan.

Seperti misalnya sertifikat tanah/rumah, mobil mewah, emas batangan atau benda berharga lainnya yang bernilai tinggi yang mudah sekali diuangkan. Tentu saja diatasnamakan orang lain, bisa atas nama adiknya, iparnya, mertuanya atau bahkan memperdayai anak buahnya yang bodoh dan buta hukum. Setelah itu dijual deh.. Dapet juga uang tunai, habis dicuci lagi..

3. Tak mau membicarakan uang melalui telephone atau Hp.

Yah, ini karena sekarang semua HP milik pejabat sudah tersadap secara sistematis oleh aparat. Jadi bila terpaksa berkomunikasi, mereka menggunakan sandi sandi, yang hanya diketahui/dimengerti oleh kroni mereka.

4. Pura pura tidak kenal dengan klien, dan bertemu klien secara sembunyi sembunyi.

Ini dilakukan agar dimata orang lain, tidak ada hubungan istimewa dengan klien. Padahal dibalik itu semua, mereka seringkali melakukan pertemuan, ditempat tempat tertentu, bahkan rela pergi keluar negeri hanya untuk membicarakan ‘komitmen’ dan konspirasi busuk. Ironisnya lagi menggunakan biaya perjalanan dinas.

5. Eye Ball Meeting System

Koruptor terkadang karena terdesak kebutuhan, terpaksa harus menerima uang tunai, maka yang dilakukan adalah menggunakan cara transaksi antara 4 mata. Artinya tak ada oang lain yang menyaksikannya. Kenapa demikian. Hukum kita menyatakan bahwa, satu orang saksi, bukanlah saksi. Artinya bila ada yang menyaksikan suatu peristiwa hanya satu orang saja, maka dianggap tidak ada saksi. Saksi minimal 2 orang atau lebih.

Juga tempat pertemuan bukan disembarang tempat, terutama gedung yang ada fasilitas CCTV paling utama dihindari. Paling sering adalah didalam mobil. Tak ada yang tahu bukan ? Kalaupun ada yang melihat, mereka didalam mobil, tidak dapat dipastikan bahwa disana ada transaksi serah terima uang. Mobil yang digunakan juga bukan mobil pribadi atau dinas. Caranya, mobil pribadi atau dinas diparkir, mereka kemudian pindah mobil dengan mencari taksi, atau menggunakan kendaraan yang bukan milik mereka tentunya.

6. Partial Split System

Ini untuk menghindari kecurigaan dari pihak manapun ketika proyek yang sedang dikelola bernilai besar (Milyaran atau Triliunan Rupiah). Bila uang sogokan yang akan diserahkan senilai ratusan bahkan milyaran rupiah, mereka membagikannya dalam beberapa termin, atau dalam beberapa kiriman dalam jumlah kecil kecil.

7. Kick Back System

Apa itu ? Seperti main bola yah ? Memang demikian adanya. Didepan orang lain, seolah olah seluruh ‘bola’ sudah dioperkan, tapi setelah itu, ketika semua orang tidak curiga, sebagian ‘bola’ ditendang balik.

Ha. ha.. sederhana kan ?

Maksudnya, pembayaran atas sebuah proyek secara resmi telah dibayarkan melalui transefer bank sesuai kontrak. Seolah olah nampak wajar, tapi ternyata sebelumnya, klien sudah menyerahkan beberapa lembar cek atau giro mundur kepada sang koruptor. Begitu dana transfer efektip di rekening klien, seketika itu juga cek atau giro dicairkan.

Siapa yang mencairkannya ? Tentu saja dengan menyuruh orang lain, atau melalui orang kepercayaannya, atau bisa juga dengan langsung dibelanjakan untuk membeli emas batangan, atau membeli bank note ( Dollar , Euro, Pound dll)

Saya rasa masih banyak cara cara lain dalam menghilangkan jejak korupsi mereka. Kita lanjutkan dilain kesempatan.

Salam

Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 459 x, today 3 x

Baca Juga Yang Ini

Dulu Aku Aktifis, Sekarang Aku Seorang Koruptor

FIKSI | 13 December 2011 | 08:34 Dulu ketika aku masih belajar di kampus, aku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.