Home / Peduli Negeri / Politik / Jokowi ‘Berkampanye’ Selama 60 bulan Untuk Pilkada 2017

Jokowi ‘Berkampanye’ Selama 60 bulan Untuk Pilkada 2017

OPINI | 17 October 2012 | 21:52

13504854771268663127

Jokowi – Basuki akhirnya secara resmi telah menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI untuk masa bhakti 2012-2017. Begitu dilantik, Jokowi – Basuki langsung ‘tancap gas’. Sehari setelah seremoni pelantikan di gedung DPRD Jakarta, Gubernur Jokowi benar benar merealisasi apa yang pernah dijanjikannya ketika kampanye pada pilkada DKI 2012 lalu, yaitu menggelar acara ‘blusukan’.

13504853151789812275

Istilah ‘blusukan’ ini diambil dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti keluar masuk dalam konteks wilayah daerah yang sempit, kumuh, gang gang dan perkampungan orang orang kecil (wong cilik). Kata ‘blusukan’ menjadi begitu populer dan sekarang ini seringkali terselip dalam tulisan pemberitaan dipelbagai media untuk menggambarkan kegiatan Gubernur Jokowi yang langsung turun kelapangan (on the spot) untuk melihat langsung kondisi permasalahan yang terjadi ditengah tengah masyarakat Jakarta.Tentu saja kegemaran Gubernur Jokowi yang suka ‘blusukan turut kampung’ ini menjadi suatu fenomena yang berbeda dan sangat ‘orisinil’ dan bisa jadi sebagai ‘trade mark’ tersendiri buat Jokowi. Meskipun hal ini sudah selama 7 tahun dilakukan di daerahnya, Solo, ketika sedang menjabat sebagai walikota di kota ‘berseri’ tsb, tetap saja hal ini mampu ‘menculik’ perhatian semua kalangan di ibukota.

Jokowi dipandang sebagai pejabat yang ‘andhap asor’ yang berarti rendah hati, tidak sombong dan tidak menunjukkan budaya feodal, menganggap kedudukannya sama dengan rakyat biasa yang menjadi warganya, meski Jokowi telah menjabat sebagai Gubernur paling ‘elit’ di Nusantara ini. Kesederhanaan pemikirannya juga tercermin dari sifat sifatnya secara murni yang menentang budaya ‘bermewah-mewah’, selalu berpikir bagaimana agar semua biaya dapat ditekan seefisien mungkin dan hasilnya adalah untuk semaksimal mungkin demi kepentingan rakyat kecil.

Meski pandangannya yang selalu berpihak kepada ‘kawula alit’ (rakyat kecil) bukan berarti Gubernur Jokowi adalah pemimpin yang anti investasi, juga bukan ingin bermusuhan dengan pengusaha besar (wholesale market) tapi kebijakan yang di ambil semata mata untuk mengendalikan, agar yang ‘kecil’ tidak digilas oleh yang ‘besar’ atau dengan kata lain meningkatkan pemberdayaan ekonomi kelas bawah agar tetap mampu ‘eksis’ ditengah tengah gempuran arus modernisasi dan globalisasi sekarang ini.

Gubernur Jokowi berulang kali menyatakan bahwa dirinya telah bertekad untuk menciptakan  Jakarta Baru, namun dimulai dari penataan daerah daerah hunian masyarakat golongan ekonomi lemah.  Membangun tempat tinggal yang layak bagi para penghuni bantaran kali, dan daerah kumuh lainnya. Sangat berbeda dengan para pejabat daerah lainnya yang pada umumnya terbiasa memberi kemudahan kepada para pengusaha besar, dan menghimpit ruang gerak pengusaha kecil.

Jokowi Syndrome ini, sudah mulai ditiru oleh pejabat pejabat lainnya, yang rela bersandiwara atau mamaksakan diri  ingin tampil ala Jokowi, dengan tujuan yang tetap seperti semula demi dapat dukungan masyarakat. Sedangkan Jokowi sendiri dalam kenyataannya tidak pernah berpikir tentang  dukungan rakyat kepadanya, yang penting bagi dirinya adalah mewujudkan keinginannya menjadi pejabat sekaligus sebagai pelayan masyarakat, mendengar keluhan rakyat kecil, dan berpikir mencari solusi.

Uraian diatas menggambarkan bahwa Jokowi dalam bekerja sebagai Gubernur DKI,  yang mungkin tidak pernah disadarinya,  bahwa dia secara tidak disengaja dan secara tidak langsung telah melakukan sebuah ‘kampanye’  besar besaran, tepat dihadapan seluruh warga Jakarta. Dan tidak main main, bila hal ini dilakukan secara kontinyu dan konsisten, Jokowi selama masa jabatan sebagai Gubernur sampai dengan tahun 2017 nanti , bisa dikatakan  melakukan ‘kampanye’ selama 1800 hari atau selama 60 bulan menjelang Pilkada DKI tahun 2017 kelak.

Artinya, tak ada satupun yang mampu menandinginya bersaing pada pilkada  DKI tahun 2017 nanti !

Jelasnya, bila masih ada umur, Jokowi bisa dipastikan akan menang mutlak pada Pilkada DKI 2017, seperti apa yang pernah terjadi ketika memenangkan Pilkada Solo sebagai walikota periode kedua, yang kala itu Jokowi memperoleh suara 91 %

Selamat kepada Bapak Gubernur DKI Joko Widodo.

Selamat bekerja pak, semenjak Bang Ali Sadikin, rakyat Jakarta telah lama merindukan pemimpin seperti anda.

Salam.

Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 44 x, today 1 x

Baca Juga Yang Ini

ParPol Minta Mahar?

Partai Politik yang meminta mahar atau uang untuk dana kampanye dll seperti yang diungkap oleh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.