Home / Pemilu / Detik-Detik Menjelang Pencoblosan

Detik-Detik Menjelang Pencoblosan

Logo-Pemilu-2014Sekarang menjelang fajar, beberapa jam lagi saatnya pencoblosan gambar. Tapi mengapa aku masih ragu, harus memilih yang mana. Dalam masa kampanye minggu minggu lalu, dalam pentas debat Capres, maupun dipanggung panggung kampanye kedua pasangan calon telah berjuang habis-habisan untuk meyakinkan semua orang. Aku menilai kedua pasangan Capres/Cawapres sudah berhasil dalam melancarkan propaganda mereka. Tapi mengapa aku masih saja ragu ?

Satu pasangan calon banyak dituduh pernah melanggar HAM di masa lalu. Dianggap punya karakter yang menjurus otoriter dan oportunis. Sedangkan pasangan lainya tak jauh beda, juga dituduh ingkar janji, tak punya ketegasan alias mencla-mencle dan calon presiden boneka.

Begitu pula di media terutama media sosial, para pedukung dan simpatisan kedua pasangan, tak ubahnya berperang mati-matian melawan musuh. Padahal mereka juga belum tentu tahu siapa sebenarnya figur yang mereka gadang-gadang dan tak mau menelisik lebih lanjut apa yang sesungguhnya telah terjadi. Mereka begitu yakin dan membabi-buta membela calon yang didukungnya, sampai-sampai berdebat kusirpun mereka layani. Apalagi para anggota tim sukses, makin menggila tapi tak tentu arah, asal-asalan mengumbar opini dan mencari beribu alasan sebagai tameng untuk menangkis serangan lawan.

Diantara carut marut kampanye negatip bercampur hitam, kadang kadang abu-abu, kedua pasangan seakan akan mampu tampil elegan meski terkadang agak licik dan tak sportif sebab yang dipikirkan adalah bagaimana mencari kesalahan dan kelemahan lawan, terlupa bahwa diri mereka sendiri juga penuh dengan intrik dan konspirasi terselubung. Visi dan misi hanya tersurat dan yang tersirat tak mampu di tangkap publik, sebab miskin penajaman.

Seringkali kedua pasangan terpeleset dengan pernyataannya sendiri, dan tak jarang membuat blunder, akibat terlalu percaya diri bahwa apa yang disampaikannya adalah yang paling benar. Sedangkan publik sudah terlalu pintar untuk dibodohi.

Apapun yang terjadi di masa lalu, tentu akan membekas di buku catatan track record kedua pasangan calon, dan tak semudah itu mereka berkelit. Sebab sejarah adalah sumber kesaksian yang tak pernah mau diajak kompromi. Hanya lidah-lidah yang tak bertulanglah yang seringkali membelokkan atau bahkan memutar balikkan fakta. Tak kurang para petinggi militer baik yang aktif dan purnawirawan urun tanggap, tapi sayang mereka telah lupa akan janji sapta marga dan jiwa korsa yang seharusnya tetap dijunjung tinggi. Semuanya telah kalah dalam peperangan, tapi sekedar menang dalam membela kepentingan politik semata. Rakyat dibuat bingung, opini publik dimain-mainkan. Entahlah, mungkin malaikat juga harus menambah panjang catatan atas dosa masing-masing dari semua yang ikut berpesta pora dalam admosfir demokrasi yang katanya sudah direformasi itu, tapi cenderung vulgar dan kebablasan.

Aku tak melihat lagi pihak yang bersikap jujur dan adil. Bahkan dunia jurnalistikpun yang seharusnya menyampaikan fakta, malah ikut-ikutan berkubang dalam opini dengan memproduksi berita murahan yang tak berdasarkan alasan yang jelas dan masuk akal. Nampaknya untuk sementara cara pandang semua insan dalam bahtera republik ini berjalan tak tentu arah, ataukah memang semuanya sedang tertular virus kebodohan sementara, aku juga tak sepenuhnya tahu.

Sudahlah, itu semua hanya sebatas catatan menjelang Pilpres 2014 yang spektakuler sepanjang sejarah negeri ini, dimana benar benar terjadi kesimpangsiuran informasi yang mungkin disengaja oleh sebagian pihak, demi mengeruhkan air, agar bercak noda masa lalu menjadi tersamar, atau bahkan tersembunyi sama sekali.

Dan akhirnya membuatku disini tak bisa berpikir panjang lagi, sebab waktu sudah menghimpit ruang akal sehatku.

Baiklah, aku hanya akan menggunakan logika berpikir yang paling sederhana saja bila tak boleh dibilang bodoh, bahwa aku harus menentukan pilihan sekarang juga sebelum kedua kakiku melangkah memasuki bilik suara sesaat lagi.

Masa depan, siapapun tak kan ada yang tahu kecuali Tuhanku, tapi yang jelas masa lalu telah tercatat dan tersurat. Inilah satu satunya pertimbanganku untuk memilih, siapa yang bakal kupercaya sebagai pemimpin negeri yang aku cintai ini.

.oOo.

Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 95 x, today 1 x

Baca Juga Yang Ini

Gagal Jadi Pemimpin

Coba kita perhatikan apa yang ditulis Al. anak Ahmad Dhani. Dari apa yang ditulisnya itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.