Home / Peduli Negeri / Politik / Abraham Samad dan Firasat Buruk

Abraham Samad dan Firasat Buruk

Saya bukannya ingin mendahului apa yang belum terjadi, tapi ini hanya sekadar berbagi pengalaman saja.

Tadi padi, Abraham Samad pulang ke Makasar untuk memenuhi panggilan Polda Sulselbar. Katanya dia berangkat pagi-pagi sekali untuk mengambil flight pertama. Tak penting dia menggunakan maskapai penerbangan apa, tapi saat diperjalanan, antara Jakarta Makassar, pesawat yang ditumpanginya mengalami turbulensi udara, karena adanya cuaca buruk.

Saya bisa membayangkan betapa ngerinya berada didalam pesawat tersebut. Bahkan Samad mengaku saat megalami peristiwa tsb, dia pikir hidupya akan berakhir bersama dengan jatuhnya pesawat yang dia tumpangi. Tapi, Tuhan tampaknya masih memberi toleransi kepada Samad dan memberinya ijin untuk terus menghirup udara sampai mendarat di bandara Sultan Hasanuddin.

Selama dalam perjalanan itulah mungkin Samad merasakan ‘siksaan kecil’ yang menambah beban perasaannya, yang membuat kondisi kesehatannya langsung drop. Itulah sebabnya proses pemeriksaan dirinya sebagai tersangka tadi siang, akhirnya terpaksa ditunda.

Membaca kisah Samad sehari ini, saya jadi teringat pengalaman hidup di masa lalu. Ketika itu saya akan menandatangani kontrak perjanjian bisnis dengan kolega saya, Persis saat saya mau berangkat, tiba tiba turun hujan sangat lebat. Benar-benar lebat hujan itu, tapi saya nekad menerjang hujan untuk menuju ke tempat yang disepakati.

Waktu itu di dalam hati sesungguhnya saya bertanya, “pertanda apa ini?”, namun saya berusaha untuk bersikap logis, dan menganggap itu hanyalah fenomena alam biasa yang kebetulan terjadi tepat ketika saya akan berangkat. Belakangan saya menemukan jawabannya, bahwa kata hati kecil sayalah yang benar bahwa itu semua ternyata adalah semacam signal atau pertanda yang orang biasa bilang ‘firasat buruk’.

Setelah kontrak bisnis tsb ditandatangani dan berlangsung tak berapa lama, saya kemudian mengalami kerugian yang besar. Saya benar-benar rugi besar, seperti besarnya hujan yang turun kala itu !

Tapi itu hanyalah secuil kisah hidup saya pribadi.

Namun yang bisa saya tarik kesimpulan bahwa kejadian alam itu seperti mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menjalankan aktifitas kita sehari-hari, sebab bisa saja terjadi sesuatu yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita selanjutnya.

Semoga saja hal ini tidak ada kaitannya dengan apa yang dialami Abraham Samad hari ini…

Salam

Hosting Unlimited Indonesia

Facebook Comment..
Views 70 x, today 1 x

Baca Juga Yang Ini

ParPol Minta Mahar?

Partai Politik yang meminta mahar atau uang untuk dana kampanye dll seperti yang diungkap oleh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.