Artikel Terbaru

Indonesia Ke Final Piala Dunia, Mungkinkah?

OPINI | 17 December 2010 | 17:04

Mungkinkah Tim Nas Indonesia menggapai Final di Piala Dunia ?

Tak ada yang tak mungkin. Tapi persoalannya bagaimana itu menjadi mungkin ? Bahkan kemungkinan besar itu bisa terjadi. Bagaimana bisa membuat “mimpi’ itu menjadi kenyataan ? Jawabannya adalah dibutuhkan proses pembinaan yang sistematis, professional dan berkesinambungan.

Saya pernah membayangkan (kalau tidak boleh dikatakan bermimpi), seandainya kita punya program jangka panjang untuk membina atlet sepak bola dengan slogan “INDONESIA MENUJU FINAL PIALA DUNIA”. Biarlah kalau ada yang bilang ini ide gila atau saya mengada ada !

Kapan itu bisa dimulai ? Seharusnya sekarang, kalau tidak, kapan lagi ?

Kapan targetnya Tim Nas bisa berlaga di Final Piala Dunia ? Paling cepat tahun 2026 !! Ya Indonesia menjadi finalis Piala Dunia 2026. Ini bukan ramalan, tetapi optimisme.

Terlalu lama ? Tidak juga, bahkan itu yang sangat optimis ! Karena untuk mewujudkannya tidak semudah meniup lilin, pasti dibutuhkan banyak persiapan diberbagai bidang dan kesiapan berbagai aspek.

Kita mulai darimana ?

1.BIBIT PEMAIN BOLA

Pemerintah harus membentuk Tim seleksi Nasional dan mengadakan program yang berkesinambungan dari tahun ke tahun, untuk mencari bibit pemain bola berbakat sejak usia dini. Seluruh Sekolah Dasar (untuk usia 6-12tahun), SMP (untuk usia 13-16 th) dan SMA (untuk usia 17-20 th) diwajibkan mengikuti seleksi pemilihan bibit pemain bola.

Apa yang dipersyaratkan selain ketrampilannya bermain bola ? Tinggi badan. Ya, tinggi badan pada saat usia 20 tahun harus rata-rata mencapai 180 cm. Bagaimana bisa diketahui, padahal usia mereka masih anak anak ? Lampirkan data tinggi badan orang tua (ayah dan ibu) juga kakek dan neneknya. Ini sangat penting. Kenapa demikian ? Karena faktor keturunan sangat mempengaruhi tinggi badan seseorang.

Jadi selain si anak punya bakat bermain bola, dia juga harus punya “bakat” badan yang tinggi pula.

2.PUSAT LATIHAN SEPAK BOLA NASIONAL

Hasil seleksi pemilihan bibit pemain bola ‘ditampung” dalam sebuah ‘wadah’ yang dibangun pemerintah untuk membina atlet sepak bola nasional. Pemerintah dengan melibatkan perusahaan swasta/developer membangun sebuah AKADEMI SEPAK BOLA NASIONAL yang menempati sebuah kompleks lokasi yang cukup luas, dengan berbagai fasilitas, termasuk stadion mini, untuk berlatih bermain bola. Didalam kompleks tersebut tersedia berbagai fasilitas meliputi pendidikan, rekreasi/hiburan dan akomodasi (semacam asrama) yang nyaman dan ‘representatif’, sehingga para atlet binaan tidak perlu keluar masuk kompleks, karena seluruh kebutuhan hidup telah tersedia dengan kondisi yang sangat baik. Segala kebutuhan para atlit dibiayai negara, termasuk pendidikan (bea siswa hingga perguruan Tinggi) dan biaya hidup seluruhnya ditanggung negara. Setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, pemerintah harus menjamin penempatan para atlet untuk bekerja di BUMN yang ditunjuk. Sebagai kompensasinya para atlet terikat kontrak kerja dinas selama 20 tahun atau selama menjadi atlet nasional.

3.PEMBINAAN ATLET SEPAK BOLA

Atlet sepak bola nasional selama berada didalam pusat latihan Sepak Bola diatas, perlu memperoleh pembinaan yang modern dan professional. Bila perlu didatangkan beberapa pelatih Asing, untuk mengawal kegiatan peningkatan skill bermain bola dan menyusun program latihan. Juga diadakan program pelatihan di luar negeri bersama tim tim sepakbola ternama didunia.

Sarana dan prasarana olah raga disediakan dan dibuat sedemikian rupa, sehingga dapat menunjang keberhasilan program latihan. Program latihan meliputi jadwal berlatih yang ketat, metode dan teknik bermain sepak bola modern, perlu diimplementasikan dengan baik. Namun demikian, atlet perlu diberikan kesempatan untuk beristirahat cukup dan melakukan rekreasi untuk melepas kejenuhan. Pogram cuti juga dapat diterapkan layaknya pegawai.

4.BIAYA DAN INVESTASI BESAR.

Ya, tentu. Ini investasi yang luar biasa besar. Bila ingin hasilnya baik, tentu dengan biaya besar. Jer basuki mawa bea (orang Jawa bilang). Tetapi dapat dilaksanakan secara bertahap. Oleh karena itu diperlukan perencanaan anggaran dan pelaksanaan proyek yang baik.

Bagaimana membiayainya ?

Patungan. Siapa yang patungan ? Semuanya, dari berbagai unsur, pemerintah, swasta dan seluruh masyarakat Indonesia, harus bersedia bersama-sama membantu mewujudkannya. Bagaimana riilnya ? Seluruh lembaga pemerintahan baik Legislatif, Yudikatif dan Eksekutif harus punya komitmen yang kuat dan selaras untuk mendukung program.

Darimana dapat dana ?

Pemerintah menggunakan dana APBN, Pemerintah Daerah menggunakan dana APBD, Perusahaan Swasta sebagai donatur/sponsor, pengenaan pajak untuk kepentingan persepakbolaan, dan sumbangan masyarakat luas dll.

Bentuk sumbangan masyarakat yang bagaimana ?

Jangan lupa, kita punya industri Perbankan Nasional yang cukup kuat. Bukankah sebagian besar masyarakat sudah memiliki rekening di Bank. Sebagai contoh, bisa saja diluncurkan program perbankan secara nasional untuk menghimpun dana dari masyarakat, yaitu dengan mendebet otomatis saldo rekening, untuk disumbangkan. Ini program sukarela. Mungkin hanya dengan 1 s/d 10 per mil atau 0,01% s/d 0,1 % dari saldo bulanan pada rekening nasabah penyumbang, akan terkumpul dana yang besar. Masyarakat/Nasabah merasa tidak terbebani, karena selain sukarela, juga prosentasi debet rekening yang sangat rendah. Belum lagi dengan melibatkan media cetak dan elektronik, untuk menyebarluaskan dan promosi secara nasional. Selain itu masih bias digali alternatip pengumpulan dana masyarakat yang cukup efektip.

5.PERTANGGUNGJAWABAN PENGGUNAAN DANA DAN TRANSPARANSI

Karena melibatkan berbagai pihak dan jumlah dana yang sangat besar, maka dalam pelaksanaan proyek tahap demi tahap harus dapat dipertanggungjwabkan dengan baik. Bila perlu dengan melibatkan Konsultan dan Akuntan Public dari luar negeri, yang bekerja secara professional dan independen, agar dapat menjaga efektifitas penggunaan dana dan transparansi.

Bilakah itu semua terwujud ?

Tergantung kita, semua itu bisa terjadi bila rasa kebersamaan telah terjalin dan semangat kebangsaan menyala-nyala dari seluruh unsur pemerintahan dan segenap masyarakat Indonesia untuk mendukung INDONESIA DI FINAL PIALA DUNIA !.

Tulisan diatas hanyalah sekedar konsep saya, karena keterbatasan ruang dan waktu, saya akhiri sampai disini saja. Mungkin ini masih jauh untuk dapat direalisasikan, tapi semoga ini bisa membuka wacana pihak yang berkepentingan.

Salam Olah Raga..

Facebook Comment..
Views 114 x, today 1 x

Artikel Terbaru