Artikel Terbaru

Manajemen E-KTP DKI Low Performance

Dari acara debat Cagub DKI Putaran kedua “Final Round” yan ditayangkan oleh MetroTV tempo hari, ada sebuah kalimat yang ‘menempel’ dibenak saya hingga saat ini, yaitu kalimat ‘pedas’ yang dolontarkan Cawagub Ahok ,” Rupanya di Jakarta, kagak becus pemainnya !”

Saya sempat terkaget kaget ketika menyaksikan adegan itu. Sebab saya menilai Ahok sangat berani melontarkan statement dengan ‘meminjam’ kata “Kagak Becus’ untuk mewakili kinerja foke yang buruk dalam memimpin Jakarta.

Tapi setelah saya pikir pikir, pernyataan Ahok tsb ada benarnya juga. Salah satu contoh buruknya kinerja Foke sebagai Gubernur DKI yaitu ketika mengelola program e-KTP.

Saya telah mengidentifikasi, setidaknya ada 3 masalah krusial sejak perencanaan hingga pelaksanaan program e-KTP yang sejak proses lelang proyek pengadaan e-KTP senilai Rp. 5,8 Triliun, sudah ‘diwarnai’ dengan praktek KKN . Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sejak awal telah ‘mencium’ adanya pelanggaran persaingan usaha terkait proyek tsb, yang diduga berupa persekongkolan atau pengkondisian pemenang tender.

Berikut ini hal hal yang saya tangkap :

1. Pada saat pelaksanaan pengambilan/perekaman data yang dilakukan di kantor-kantor kelurahan di Jakarta, tidak menggunakan sistem antrian yang baik, sehingga warga harus mengantri berjam jam, hanya untuk sekedar diambil gambar untuk pas foto dan data retina mata.

2. Proses pembuatan KTP yang kelewat panjang, sesuai rencana adalah 3 bulan selesai, (itupun juga sudah terlalu lama) dan realisasinya berbulan bulan baru selesai. Gambar berikut ini salah satu bukti tanggal surat penggilan warga untuk mengikuti pelaksanaan perekaman data di kantor kelurahan.

 

13479441082063408031

Dari gambar diatas jelas terbaca, bahwa tanggal pelaksanaan adalah 22 Oktober 2011, namun tidak dicantumkan periode jam. Seharusnya dibuat pembagian jadwal periode waktu bagi masing masing kelompok warga , agar pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung secara tertib, efisien dan tidak mengakibatkan antrian panjang. Misal untuk warga dari RT 01 s/d RT 05; jam 08.00 s/d 10.00 dlsb. Karena tidak adanya pembagian jadwal waktu, seluruh warga datang secara bersama sama dan ‘menumpuk’ di kantor kelurahan. Bisa dibayangkan, seberapa panjang dan lama antrian pada saat itu. Hal ini membuktikan bahwa tidak adanya koordinasi dan standarisasi pelayanan yang dilakukan oleh masing masing kelurahan di DKI.

Yang parahnya lagi, sudah mengantri sampai berjam jam, KTP tersebut baru saja selesai dan diserahterimakan beberapa hari lalu. Artinya proses pembuatannya yang memakan waktu hampir 1 tahun ?!.

Saya sendiri heran, mengelola KTP saja sampai memakan waktu berbulan bulan ? Mutu manajemen proyek pengadaan e-KTP di DKI juga layak dipertanyakan.

3. Bila memang proyek e-ktp ini bersifat nasional, seharusnya bentuk fisik dan format e-KTP sama/standard untuk daerah manapun di Indonesia (khususnya di DKI). Bila memang sama, dimana kita bisa memperoleh informasi bentuk standard dan format e-KTP resmi ?.

Informasinya yang beredar simpang siur dan bermacam macam. Sehubungan dengan hal ini, saya ingin bertanya kepada anda, diantara 2 gambar dibawah ini , mana yang merupakan gambar standard fisik e-KTP? Gambar 1 atau Gambar 2 ?

1347945113495150276

Gambar 1

13479451651072257121

Gambar 2

Baik, untuk mencari kejelasannya , saya mencoba menelusuri dimana letak informasi resmi perihal bentuk standard fisik e-KTP. Saya berpikir, tanggung jawab pengelolaan administrasi kependudukan semestinya secara langsung ditangani oleh Kapala Daerah masing masing. Tanpa pikir panjang, saya langsung ‘mendarat’ ke situs resmi PemProv DKI

Kemudian saya buka halaman perihal informasi e-ktp, tapi disana saya menemukan ilustrasi gambar e-KTP seperti gamber berikut :

1347946026582789063

Jadi yang benar seperti apa standard fisik e-KTP di Jakarta ? Apakah mungkin berbeda dengan daerah lainnya ?

Udah begitu, Mendagri pun pernah memberikan penghargaan sehubungan keberhasilan Foke dalam pengadaan e-KTP di DKI beberapa waktu lalu. Saya lantas bertanya, dimana letak keberhasilannya, Pak Menteri ? Sampai sekarang saja proses pembuatan e-KTP di DKI belum selesai ?

Demikian yang bisa saya tulis, semoga bermanfaat

Salam

Facebook Comment..
Views 170 x, today 1 x

Artikel Terbaru